alexametrics
Senin, 30 Nov 2020
radarmojokerto
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Naik Jabatan, Karyawan Pabrik Gitar Dibacok

20 November 2020, 10: 25: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Jawa Pos Radar Mojokerto

DISATRONI: Rumah keluarga M Musonif di Dusun Jerukwangi, Desa Jiyu, Kecamatan Kutorejo, menjadi saksi bisu kasus percobaan pembunuhan kemarin dini hari (19/11). (vad/radarmojokerto.id)

KUTOREJO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pasangan suami istri (pasutri) M Musonif, 33, dan Lusiati, 29, harus menjalani perawatan intensif di RSUD Prof dr Soekandar Mojosari, kemarin. Setelah warga RT 1/RW 8 Dusun Jerukwangi, Desa Jiyu, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto dibacok orang tak dikenal di rumahnya Kamis (19/11) dini hari.

Diduga, insiden tersebut merupakan kasus percobaan pembunuhan. Pasalnya, pelaku yang masih belum diketahui identitasnya tersebut tak menjarah barang berharga milik korban. Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Radar Mojokerto, mulanya pelaku menyatroni rumah korban sekitar pukul 01.30. Pelaku yang menggunakan sebo (penutup muka) itu menggunakan tangga untuk naik ke lantai dua. Lalu, pelaku masuk ke dalam rumah melalui lantai dua.

Mendengar ada suara, Musonif bangun dan memergoki orang tak dikenal tersebut masuk ke ruang tengah rumahnya. Nahas, Musonif justru diserang dan dibacok pelaku diduga menggunakan celurit. Tahu ada kegaduhan di dalam rumahnya, Lusiati, yang tengah tidur bersama kedua anaknya, masing-masing berusia 8 tahun dan 2 tahun tersebut, berusaha berteriak minta bantuan warga setempat.

Mendengar suara motor warga datang, pelaku lantas berusaha kabur lewat pintu belakang rumah. Sebelum berhasil lari, pelaku juga membacok Lusiati yang sejalan dengan pintu belakang rumah. Diduga, pelaku membacok korban. Musonif mengalami luka di lengan kiri, dada, dan luka terbuka pada kepala belakang. Sedangkan Lusiati mengalami luka kaki di kanan dan di atas pinggang belakang kiri. Tak berselang lama dari kejadian tersebut, korban segera dilarikan ke rumah sakit RSUD Prof dr Soekandar Mojosari.

Diduga, kasus percobaan pembunuhan ini lantaran ada pihak yang tak senang Musonif naik jabatan. Musonif bekerja di salah satu perusahaan gitar di Ngoro Industrial Park (NIP). Sedangkan sang istri, Lusiati, sebagai ibu rumah tangga. ”Mereka semua orang baik. Sering ikut pengajian di sini. Malah suaminya itu yang mimpin pengajian,” ujar Sunipah, 50, bibi korban. Kini, kedua korban tengah dirawat di rumah sakit RSUD Prof dr Soekandar Mojosari.

Kondisinya lemas, namun tetap sadar saat dilarikan ke rumah sakit. Keduanya mendapat tindakan operasi lantaran mengalami pendarahan serius. Tindakan operasi tersebut dilakukan pihak rumah sakit sekitar pukul 09.00 hingga 12.00 Kamis (19/11). ”Hasil analisa dan konsultasi dari rekan-rekan IGD dengan dokter bedah, harus segera dilakukan operasi terkait luka-lukanya. Karena pendarahan seperti itu tentu berisiko, maka harus dilakukan cito operasi. Itu adalah operasi yang dilakukan sesegera mungkin dalam rangka penyelamatan nyawa,” ujar Humas RSUD Prof dr Soekandar Mojosari, Isbatuhul Khoirod. Luka yang dialami korban akibat bersentuhan dengan benda tajam.

Saat ini, pihak kepolisian tengah melakukan penyelidikan kasus percobaan pembunuhan tersebut. Kasus ini turut ditangai Satreskrim Polres Mojokerto. ”Saat ini Satreskrim Polres Mojokerto dan Reskrim Polsek Kutorejo masih melakukan penyelidikan,” ujar Kapolsek Kutorejo AKP Hery Susanto. (vad)

(mj/ris/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya