alexametrics
Rabu, 02 Dec 2020
radarmojokerto
Home > Mojokerto
icon featured
Mojokerto

Daftar Haji Sekarang, Terbang 2050

20 November 2020, 14: 00: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Jawa Pos Radar Mojokerto

TANGIS HARU: Jamaah lansia berpamitan dengan keluarga saat keberangkatan haji di Pendapa Graha Majatama Pemkab Mojokerto, 2019 lalu. (sofankurniawan/radarmojokerto.id)

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Masa pandemi Covid-19 yang melanda selama delapan bulan terakhir ternyata tak banyak memengaruhi tingginya minat warga Kabupaten Mojokerto dalam menunaikan ibadah haji. Meski jumlah pendaftar sempat menurun, namun angkanya tak terlalu signifikan.

Bahkan, daftar tunggu keberangkatan kini semakin bertambah lama. Menjadi 30 tahun bagi pendaftar porsi haji tahun ini. Selain pendaftar porsi, pertambahan masa tunggu itu juga tak lepas dari penundaan keberangkatan haji musim 2020 kemarin. Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kabupaten Mojokerto Mukti Ali mengatakan, penundaan haji musim 2020 secara otomatis memperpanjang masa tunggu keberangkatan.

Dari semula 28 tahun, menjadi 30 tahun atau bertambah lama dua tahun. Artinya, bagi pendaftar porsi haji di tahun ini, mereka akan mendapat jatah keberangkatan pada tahun 2050 nanti. ’’Karena penundaan kemarin, otomatis masa tunggu ikut bergeser lebih lama. Saat pandemi kemarin, sempat 39 tahun, tapi sekarang tambah lagi 30 tahun,’’ terangnya.

Tak hanya penundaan, perpanjangan masa tunggu keberangkatan juga dipengaruhi tingginya calon jamaah haji (CJH) asal Kabupaten Mojokerto yang baru mendaftar. Meski tak sebanyak saat kondisi normal, namun jumlah mereka terhitung masih besar, yakni 10 hingga 15 orang per hari. Atau hanya berkurang 30 persen dari kondisi normal yang mencapai 20 CJH per hari.

Hal ini justru berbanding terbalik dengan indeks pertumbuhan ekonomi Mojokerto yang turun drastis hingga di angka minus enam. Hal ini yang menandakan jika minat warga Kabupaten Mojokerto pergi haji masih sangat tinggi. ’’Dua bulan awal pandemi kemarin, jumlah pendaftar baru sempat turun drastis karena memang ada pembatasan. Namun, sekarang berangsur-angsur normal lagi,’’ tegasnya. Meski begitu, Mukti juga tidak bisa memastikan apakah musim haji tahun 2021 nanti bisa dibuka normal kembali atau tidak oleh pemerintah Arab Saudi. Setelah ditutup selama 8 bulan masa pandemi Covid-19 melanda. Meski umrah sudah diperbolehkan, namun dalam praktiknya, banyak yang harus dievaluasi.

Khususnya soal penerapan protokol kesehatan yang wajib ditaati jamaah dengan baik. Mulai dari karantina mandiri di hotel sebelum beribadah hingga pembatasan aktivitas selama di Tanah Haram. Hal ini demi mencegah penularan lebih luas Covid-19 selama pelaksanaan ibadah umrah dan haji nanti. ’’Informasinya penghentian pelayanan visa umrah ini karena pemerintah Arab Saudi masih mengevaluasi pelaksanaan umrah yang sudah dibuka selama 20 hari terakhir,’’ pungkasnya. 

(mj/far/ron/JPR)

 TOP