alexametrics
Senin, 30 Nov 2020
radarmojokerto
Home > Mojokerto
icon featured
Mojokerto

Bea Cukai Gerebek Pabrik Rokok Ilegal, BB Senilai Rp 7,5 M Dimusnahkan

18 November 2020, 17: 09: 48 WIB | editor : Mochamad Chariris

Konferensi pers pemusnahan rokok ilegal oleh Bea Cukai Sidoarjo, Rabu (18/11)

Konferensi pers pemusnahan rokok ilegal oleh Bea Cukai Sidoarjo, Rabu (18/11) (Bea Cukai Sidoarjo for Radar Mojokerto)

SIDOARJO, Jawa Pos Radar Mojokerto - Operasi Gempur Rokok Ilegal terus digiatkan Bea Cukai Sidoarjo sebagai bentuk komitmen menekan peredaran rokok ilegal.

Kamis (1/11) lalu, petugas P2 Bea Cukai Sidoarjo melakukan pemeriksaan terhadap sebuah bangunan yang diindikasi kuat menjadi tempat produksi rokok ilegal.

Dari pabrik yang berlokasi di Desa Kepatihan, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo ini, petugas berhasil menemukan puluhan karton rokok.

Bea Cukai Sidoarjo memusnahkan jutaan rokok ilegal dari hasil penggerebekan.

Bea Cukai Sidoarjo memusnahkan jutaan rokok ilegal dari hasil penggerebekan. (Bea Cukai Sidoarjo for Radar Mojokerto)

Dengan rincian 29 karton rokok ilegal jenis SKM merk C@FFEE STIK yang telah dikemas untuk penjualan eceran tanpa dilekati pita cukai, serta 56 karton rokok ilegal jenis SKM dalam bentuk batangan. Dengan jumlah seluruh rokok ilegal berhasil diamankan sebanyak 1.942.400 batang.

Petugas juga menyita satu buah mesin pembuat rokok jenis MILD dan satu buah mesin pengemas rokok yang digunakan untuk memproduksi rokok ilegal. Total nilai barang ditaksir mencapai angka Rp 1,9 miliar dengan potensi kerugian negara sebesar Rp 1 miliar.

Kepala Kantor Bea Cukai Sidoarjo Pantjoro Agoeng mengungkapkan, bahwa praktik pembuatan rokok ilegal yang dilakukan tersangka berinisial MS melanggar pasal 50 dan/atau pasal 54 dan/atau pasal 56 UU Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai, sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 39 Tahun 2007.

Yaitu, tanpa memiliki izin sebagaimana dimaksud dalam pasal 14 menjalankan kegiatan pabrik, tempat penyimpanan, atau mengimpor barang kena cukai dengan maksud mengelakkan pembayaran cukai dan/atau menawarkan, menyerahkan, menjual, atau menyediakan untuk dijual barang kena cukai yang tidak dikemas untuk penjualan eceran atau tidak dilekati pita cukai atau tidak dibubuhi tanda pelunasan cukai lainnya sebagaimana dimaksud dalam pasal 29 ayat (1) dan/atau menimbun, menyimpan, memiliki, menjual, menukar, memperoleh, atau memberikan barang kena cukai yang diketahuinya atau patut harus diduganya berasal dari tindak pidana.

Pantjoro menegaskan, Bea Cukai Sidoarjo telah berkomitmen untuk terus melakukan upaya menekan peredaran rokok ilegal dengan menjaga kewaspadaan dan fokus dalam pengawasan serta menindak tegas pelaku pelanggaran UU Cukai, baik secara mandiri maupun bersinergi dengan pemda kabupaten dan kota.

”Kesadaran dan partisipasi seluruh masyarakat dalam menaati aturan perundang-undangan dan tidak kompromi terhadap produk ilegal, tidak hanya akan mendukung kinerja Bea Cukai namun sekaligus mampu meningkatkan iklim usaha industri yang sehat dan kondusif,” ujar Pantjoro.

Potensi Hak Keuangan Negara Capai Rp 4,5 Miliar

Sementara itu, pada Rabu (18/11), Bea Cukai Sidoarjo memusnahkan hampir 7,7 juta batang rokok ilegal, tepatnya 7.679.460 batang. Ini merupakan hasil dari 30 kali penindakan di bidang cukai oleh seksi penindakan dan penyidikan (P2) selama kurun waktu April hingga September 2020.

Rokok yang terbukti ilegal ini diperkirakan bernilai Rp 7,5 miliar dengan potensi hak keuangan negara sebesar Rp 4,5 miliar. Pemusnahan sudah mendapat persetujuan dari Menteri Keuangan RI sesuai surat nomor S-237/MK.6/KN.5/2020 tanggal 3 November 2020, ditandatangani Direktur Pengelolaan Kekayaan Negara dan Sistem Informasi pada Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) atas nama Menteri Keuangan.

Bea Cukai Sidoarjo tidak hanya melakukan operasi pengawasan dan penindakan maupun operasi pasar bersama dengan pemda kabupaten/kota dalam rangka pemberantasan BKC ilegal.

Namun, juga telah melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai ketentuan Undang Undang Cukai. Baik dengan penyuluhan maupun iklan layanan masyarakat melalui berbagai media, yaitu media elektronik (radio), media online, media sosial , media cetak, media luar ruang (billboard), media lainnya (leaflet, stiker)

Selanjutnya, Bea Cukai Sidoarjo juga mengajak dan mengharapkan seluruh pelaku usaha di bidang cukai untuk lebih mentaati aturan dalam produksi maupun peredaran BKC, termasuk di dalamnya rokok, MMEA, dan HPTL (vapour atau e-liquid).

Sehingga ke depan tidak ada lagi pelanggaran yang dilakukan oleh pengusaha pabrik BKC, baik dalam hal produksi, perizinan maupun peredarannya, agar penerimaan keuangan negara dari sektor cukai menjadi lebih optimal dan menciptakan iklim usaha yang kondusif.

(mj/ris/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya