alexametrics
Senin, 30 Nov 2020
radarmojokerto
Home > Politik
icon featured
Politik
Pilkada Serentak Mojokerto 2020

Di Surat Suara, Busana Tiga Paslon Kompak

18 November 2020, 12: 20: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Jawa Pos Radar Mojokerto

Logistik Pilkada Serentak 2020 berangsur tiba dan disimpan di GOR Dispendik, Kabupaten Mojokerto. (farismarohmawan/radarmojokerto.id)

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kurang 20 hari jelang Pemungutan Suara pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto, KPU Kabupaten Mojokerto terus menyiapkan sejumlah perlengkapannya. Selain kotak suara dan alat pelindung diri (APD) yang sudah datang, KPU juga mulai menyiapkan surat suara yang akan digunakan untuk pencoblosan.

Desain surat suara yang sempat ditawarkan pun juga sudah disetujui masing-masing pasangan calon (paslon) kontestan. Sehingga siap untuk dicetak dan dilipat sebelum didistribusikan ke 2.084 tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar di 18 kecamatan. ’’Desain surat suara sudah ditetapkan setelah di approval oleh paslon. Sekarang tinggal menunggu proses pencetakan,’’ tutur Komisioner KPU Kabupaten Mojokerto Achmad Arif.

Dalam desain gambar surat suara itu, masing-masing paslon nampaknya memilih selera model busana yang sama. Di mana, semuanya kompak memakai kemeja dengan dominan warna putih. Yang membedakan hanya pada beberapa kombinasi dan aksesoris yang dikenakan.

Di mulai dari paslon nomor urut satu, Ikfina Fahmawati-Muhammad Al Barraa (Ikbar) yang kompak memakai kemeja putih polos. Dengan aksesoris kerudung putih untuk Cabup Ikfina dan peci hitam untuk Cawabup Barra. Sementara paslon nomor 2, Yoko Priyono-Choirun Nisa (Yoni), juga memilih kemeja putih dengan kombinasi batik cokelat. Termasuk aksesoris yang dikenakan, yakni peci hitam untuk Cabup Yoko Priyono dan kerudung warna oranye untuk Choirun Nisa. Sedangkan paslon nomor 3, Pungkasiadi-Titik Masudah (Mas Pung Mbak titik), desain busananya hampir menyerupai dengan paslon nomor 1, yakni mengenakan kemeja putih polos. Yang membedakan hanya kerudung Cawabup Titik yang berwarna hijau, sedangkan Cabup Pungkasiadi tetap peci hitam.

Ditanya soal pilihan model busana tersebut, Arif mengaku sudah sesuai dengan pilihan masing-masing paslon. Meski sempat ada perbaikan di awal-awal penawaran, tetapi desain surat suara akhirnya bisa disepakati dan siap untuk dicetak. ’’Untuk desain, sudah kami konsultasikan ke KPU pusat dengan ukuran yang pas 27 x 23 sentimeter,’’ tegasnya.

Untuk proses cetak, Arif mengaku masih dalam proses antrean di percetakan. Mengingat percetakan pemenang lelang saat ini masih mendahulukan daerah lain yang sudah mengantre di urutan pertama.

Namun Arif optimistis, 845.589 lembar surat suara itu bisa tercukupi dan terdistribusi sebelum hari-H coblosan. ’’Informasinya tanggal 21 November baru naik cetak. Dan sekitar tanggal 25 November datang ke KPU untuk disortir dan dilipat. Kemungkinan, H-3 sudah mulai didistribusikan,’’ pungkasnya. 

(mj/far/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya