alexametrics
Senin, 30 Nov 2020
radarmojokerto
Home > Sambel Wader
icon featured
Sambel Wader
Rindahwati

Ikhtiar Perjuangkan Hak Perawat

16 November 2020, 23: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Anggota DPRD Kabupaten Mojokerto, Rindahwati.

Anggota DPRD Kabupaten Mojokerto, Rindahwati. (Basuni/Radar Mojokerto)

Untuk bisa merebut jabatan politik, butuh perjuangan yang tak biasa. Demikian pun ketika sudah dinobatkan sebagai pejabat, impian yang diangan-angankan sejak awal kampanye jangan sampai dilupakan. Nah, ikhtiar ini yang tengah diperjuangkan perempuan asal Pacet tersebut.

YA, sejak dinobatkan sebagai anggota DPRD Kabupaten Mojokerto 2018 lalu, Rindahwati tak pernah lupa dengan jati dirinya sebagai perawat. Bahkan, ketika ia terpilih kembali di pileg 2019 lalu, Ibu dua anak ini selalu terngiang dengan janjinya dalam memperjuangkan hak-hak perawat.

Di mana, masih banyak persoalan keperawatan yang saat ini belum banyak terakomodir hingga ke tingkat legislatif. Sehingga masih sering ditemukan ketimpangan sosial yang menimpa rekan seprofesinya. ’’Keinginan menjadi wakil rakyat bukan hanya dari saya saja, tapi juga dari rekan seprofesi saja. Diperlukan dukungan yang kuat dari rekan-rekan dan semua lapisan masyarakat dalam memperjuangkan hak-haknya,’’ tuturnya.

Rindah juga beranggapan jika keterampilan dalam berpolitik saat ini sangat penting. Artinya, ikhtiar dalam berjuang bisa jadi omong kosong jika tidak lihai dalam berpolitik. Kondisi inilah yang memaksa ketua Fraksi Partai Nasdem DPRD Kabupaten Mojokerto tersebut terus berusaha memahami konstituennya.

’’Setelah jadi perawat di berbagi rumah sakit akhirnya saya memilih jalur politik untuk menperjuangkan teman-teman perawat dan masyarakat melalui partai Nasdem,’’ tegasnya.

Alasan memilih Nasdem, bagi Rindah begitu Rindahwati akrab disapa, tak lepas dari visi dan misinya. Dengan jargon Partai Anti Mahar, Rindah pun mulus terpilih kembali dengan tanpa mengeluarkan uang saat pencalonan. Nah, jargon inilah yang dinilai Rindah memiliki kecocokan dalam memperkuat persepsi tentang perawat, sehingga profesinya kini semakin diakui.

’’Kadang kala kita dilihat masyarakat seperti pembantunya dokter, bukan sebagai perawat yang utuh. Padahal, sudah banyak perawat jadi profesor, hingga doktor,’’ terang perawat spesialis bedah ini.

Ke depan, Rindah akan terus membangun komunikasi dengan fokus mengangkat derajat perawat sebagai profesi mulia. Dia juga siap menggerakkan semua elemen perawat yang tergabung dalam struktur organisasi. Termasuk merangkul profesi kesehatan lainnya. Mulai dari bidan, dokter, hingga analis. ’’Kami ingin sinegis dengan semua elemen masyarakat,’’ tandasnya. (bas)

(mj/far/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya