alexametrics
Senin, 30 Nov 2020
radarmojokerto
Home > Lifestyle
icon featured
Lifestyle

Jeep Willys, Sang Legenda Perang Dunia II

16 November 2020, 09: 05: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Jawa Pos Radar Mojokerto

GARANG : Koleksi Ghozali ini menjadi salah satu Willys yang dipajang di Sunrise Mall, selama tiga hari sejak 13 November lalu. (imronarlado/radarmojokerto.id)

JEEP WILLYS tak sekadar menjadi perburuan pecinta otomotif karena ototnya yang tangguh. Lahir di zaman perang dunia II, kendaraan ini juga kental dengan nilai sejarah. Sang legenda yang kini tengah didambakan banyak orang.

Satu di antara pencinta Willys di Mojokerto adalah Ghozali. Koleksinya adalah Willys keluaran 1944. Berwarna hijau army, kendaraan ini memiliki isi silinder 2200 cc, ground clearance 91,4 sentimeter dan bobot 590 kilogram. ’’Asyik karena klasik,’’ katanya.

Willys juga yang dilengkapi dengan sistem penggerak empat roda. Dengan begitu, kendaraan ini memang diciptakan untuk melibas segala medan. ’’Kendaraan ini peninggalan perang dunia II. Untuk pasukan,’’ tambah dia.

Di event Jeep Classic Show itu, sederet kendaraan Willys disajikan untuk dinikmati pengunjung mal. Namun, tak seluruh komponen masih orisinal. Di usia yang sudah renta, kendaraan ini sudah banyak menjalani restorasi.

Seperti Willys milik Ghozali. Meski sekujur bodi nampak mulus, tetapi bongkahan mesin sudah menjalani sentuhan perombakan. ’’Saya pakai mesin Willys tahun 1948,’’ ungkap ketua Willys Mojokerto Club (WMC) yang tinggal di Sooko Gang 8 Mojokerto ini. . Plug and play itu diterapkan lantaran kondisi mobilnya tengah sakit dan sulit dilakukan perbaikan.Perombakan juga dialami Willys tahun 1953 milik Faujan Cahyono juga mengalami hal serupa. Pria yang tinggal di Griya Permata Ijen B4 nomor 1 itu mengaku cukup sulit mempertahankan orisinalitas keutuhan kendaraan.

Seperti di bagian karburator. Di bagian part ini sempat mengalami oblak karena pemakaian yang terlalu lama. ’’Karena sulit dapat orisinal, akhirnya saya ganti pakai karbunya Kijang. Ternyata cocok,’’ beber dia.

Kerumitan mencari part inilah yang menjadi salah satu seni indah merawat Jeep Willys. Faujan bahkan tak memiliki angan-angan sedikit pun untuk melepas kendaraannya tersebut. ’’Apalagi, ini peninggalan bapak saya,’’ imbuh pria 45 tahun ini.

Sementara itu, Ghozali menambahkan, meski kendaraannya sudah tua, tetapi Willys memiliki ketangguhan yang jarang dimiliki oleh kendaraan lain. Kendaraan ini mampu menjadi garang saat di medan off-road. Terbukti, kendaraan ini kerap menjelajah di tengah rerimbunan hutan dan pegunungan. Bahkan, tanpa kendala sedikit pun.

Kegagahan Willys juga kerap menjadi primadona sejumlah artis dan pejabat. Ditegaskan Ghozali, hampir seluruh Wali Kota Mojokerto saat menjalani kampanye pernah menunggangi kendaraannya itu. Pun dengan sejumlah artis papan atas yang akan perform di Kota Onde-Onde.

(mj/ris/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya