alexametrics
Senin, 30 Nov 2020
radarmojokerto
Home > Ekonomi
icon featured
Ekonomi
Bagian Atap Bolong, Tiang Menggantung

Dapat Bantuan Topeng Rumah, Tak Punya Biaya Tukang

10 November 2020, 10: 00: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Jawa Pos Radar Mojokerto

MEMPRIHATINKAN : Rumah tak layak huni di RT 1 RW 3 Dusun Kedawung Utara, Desa Bicak, Kecamatan Trowulan tersebut tak kunjung mendapat bantuan pemerintah. (sofankurniawan/radarmojokerto.id)

TROWULAN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Hampir dua tahun ini Asfiyah, warga RT 1 RW 3 Dusun Kedawung Utara, Desa Bicak, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, diselimuti waswas. Rumah yang dihuni bersama suami, Herman Abel, 45, dan anak semata wayangnya, M. Nur Sholeh, 12, sangat memprihatinkan. Bagian atap keropos dan bolong, tiang penyangga patah dan menggantung.

Sebenarnya, Asfiyah menerima bantuan topeng rumah dari Pemerintah Desa (Pemdes) Bicak pada awal tahun 2019. Bantuan tersebut berupa sejumlah material bangunan. Seperti, 1.000 batu bata, 10 sak semen, dan setengah truk pasir. Namun, dia terkendala anggaran untuk ongkos tukang bangunan. Sebab, bantuan hanya berupa material bangunan.

’’Kami ada kendala anggaran buat membangunnya. Ya buat menggaji tukangnya itu, kami ndak punya uang,’’ tuturnya sembari mengatakan jika suaminya bekerja serabutan dan dia sendiri menjadi ibu rumah tangga.

Semakin hari, kerusakan rumah Asfiyah bertambah parah. Genting rumah dan tembok dari gedek itu pun sudah banyak yang keropos. Bahkan, tiang rumah berbahan bambu tampak patah dan tak tertancap ke lantai tanah liat itu. ’’Kalau sedang hujan ya banjir. Airnya masuk ke dalam rumah, sampai ke dapur situ,’’ jelasnya.

Kondisi rumah berukuran 5 x 13 meter yang semakin rusak itu memaksa Asfiyah dan keluarga menempati ruang yang tersisa. Pasalnya, salah satu kamar sudah tak bisa digunakan. Hanya tersisa ruang tamu dan kamar depan yang bisa dimanfaatkan. ’’Di rumah ini ada dua kamar. Kamar yang di belakang sudah rusak, hampir roboh,’’ bebernya.

Sementara itu, Kepala Dusun Kedawung Utara M. Zainuddin menjelaskan, pihak pemdes baru menyanggupi perbaikan rumah keluarga Asfiyah tahun depan. Pasalnya, anggaran desa tahun ini difokuskan utuk penanganan pandemi Covid-19. ’’Dari desa, kami anggarkan pembangunannya untuk tahun 2021. Karena di tahun 2020 anggaran desa sudah kami fokuskan ke penanganan Covid-19,’’ jelas Zainuddin.

Dia menambahkan, pihaknya masih belum tahu pasti kapan rumah Asfiyah mulai dibangun. Begitu pun dengan anggaran yang di-ploting, pihaknya belum bisa bicara banyak. Untuk itu, Zainuddin bakal berembuk lebih lanjut dengan pihak desa. ’’Nanti kami akan musyawarahkan tentang pembangunannya. Untuk nominalnya saya belum tahu. Yang jelas, kemarin kami sudah kami usulkan untuk tahun 2021. Jadi, kami  menunggu rapat lagi,’’ ungkapnya.

Anggaran tahun depan, dikatakan Zainuddin, merupakan anggaran murni untuk pembangunannya. Sedangkan di tahun lalu, anggaran untuk material bangunan saja. ’’Untuk pembangunan rumah warga tidak mampu, yang kurang layak, di tahun 2021 kami lihat anggaran desa dulu. Kalau memang ada usulan lagi dari masyarakat, insya Allah akan kami anggarkan,’’ tukasnya. (vad)

(mj/ris/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya