alexametrics
Senin, 30 Nov 2020
radarmojokerto
Home > Sambel Wader
icon featured
Sambel Wader
Choiroyaroh

Politisi yang Qariah

09 November 2020, 22: 30: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Choiroyaroh saat menjalankan tugasnya di kantor DPRD Kota Mojokerto.

Choiroyaroh saat menjalankan tugasnya di kantor DPRD Kota Mojokerto. (Choiroyaroh for radar mojokerto)

Anggota DPRD Kota Mojokerto, Choiroyaroh, dilahirkan dari lingkungan Nahdlatul Ulama (NU). Kini dia dipercaya menduduki sebagai Pengurus Cabang (PC) Fatayat NU periode 2019-2024.

SEBELUM mendapat amanah dari masyarakat untuk melenggang ke gedung parlemen pada pemilu 2014, perempuan yang satu ini sudah dikenal aktif dalam berorganisasi. Bahkan, warga Jalan Brawijaya, Kecamatan Kranggan ini telah memiliki talenta sebagai qariah dan tilawah.

Choiroyaroh  menceritakan awal mula ia menjadi qariah dan tilawah setelah sejak kecil memang sangat menggemari bacaan Alquran.Apalagi,jika mendengar suara seorang qari yang merdu,jiwanya langsungmenanamkan keinginan untuk bisa bermanfaat melalui jalur qariah.

Dari situ, ia kemudian belajar di pondok pesantren di lingkungan sekitar rumah orang tuanya, Desa Kedungmaling, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. ”Masih kecil saya sering membaca Alquran dengan tilawah, meniru-niru seperti tilawah di kaset-kaset,” tutur politisi PKB ini.

Choiroyaroh mengakui untuk menjadi seorang qari memang perlu kerja keras.  Selain memiliki minat kuat dan bakat terpendam, ia harus berlatih keras serta menjaga konsistensi.Terutama, dalam hal menjaga stamina dan menjaga makanan atau minuman yang dapat mengganggu kemerduan suara.

Di mana seorang qari harus memiliki stamina dan napas yang panjang. Sehingga napas juga harus dilatih. ”Hingga saat saya juga sering latihan di sela-sela rutinitas sebagai anggota dewan,” jelas perempuan yang kini sedang menempuh pendidikan di salah satu universitas di Kota Mojokerto ini.

Sejak masih berstatus pelajar, perempuan kelahiran Mojokerto, 10 Desember 1979 ini juga sudah berkiprah dalam lembaga Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU). Alumnus SMA Walisongo Kedung Maling ini mengaku memang suka berorganisasi sekaligus sebagai qari.

Hingga akhirnya Choiroyaroh pun kepincut untuk terjun ke dunia politik. Di mana pilihanya jatuh ke Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Kemampuannya dalam bidang politik pun turut mendapat apresiasi dari partai berlambang bola dunia bintang sembilan itu.

Dia dipercaya memimpin Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kota Mojokerto selama dua periode. Berbagai jabatan diemban Choiroyaroh selama berkarir di dunia politik.

Di periode 2014-2019 lalu dia bertugas di Komisi 1. Sementara pada periode 2019-2020 bertugas di Komisi 3, sekaligus menduduki ketua F-PKB.

Menurut dia, dalam berorganisasi dapat membimbing dan memberi pelajaran yang sangat berarti bagi dirinya. ”Yang terpenting adalah optimisme. Karena berorganisasi memberi pengalaman bagi hidup kita,” tutur perempuan kelahiran Desa Kedungmaling, Kecamatan Sooko ini.

Yang menjadi tekadnya selama berorganisasi adalah agar dapat memberi manfaat bagi bangsa dan Negara.Khususnya demi kemajuan Kota Mojokerto dan Nahdlatul Ulama.

”Dalam organisasi itu memang banyak sosialnya, apalagi kita mengabdi di kelembagaan NU. Karena kita berjuang bagi agama dan negara yang kita cintai ini,” tuturnya. (bas)

(mj/ris/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya