alexametrics
Senin, 30 Nov 2020
radarmojokerto
Home > Sportainment
icon featured
Sportainment

Hiburan Bagi Para Pemain Purna

07 November 2020, 14: 10: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Jawa Pos Radar Mojokerto

BAHAGIA: Eks pemain profesional berduel satu lawan satu di pertandingan persahabatan di lapangan Panggreman, Kecamatan Kranggan, Jumat (6/11). (sofankurniawan/radarmojokerto.id)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Menurunnya gairah sepak bola akibat dihentikannya kompetisi, tak lantas menurunkan semangat para pegiat bola Kota Mojokerto dalam menunjukkan eksistensinya. Tak hanya para pemain aktif, para pemain profesional yang sudah purna pun tetap eksis merumput meski tanpa melakoni kompetisi. Bagi mereka, turun di lapangan hijau ibarat hiburan yang tak bisa digantikan dalam bentuk apapun.

Eksistensi itu yang tampak di lapangan Panggreman, Kecamatan Kranggan, kemarin sore. Sebanyak 20 eks pemain profesional dari berbagai daerah berkumpul jadi satu melakoni pertandingan persahabatan di atas hijaunya rumput markas klub Laut Biru. Meski nafas mereka terlihat ngos-ngosan, tak menghentikan langkah kaki dalam mengejar bola. Keringat yang mengucur deras pun tak banyak dihiraukan.

Semuanya demi kaki bisa menyentuh dan mengolah licinnya si kulit bundar. ’’Pertandingan ini hanya sekedar cari hiburan saja. Kami sudah tua-tua, nggak mungkin main dengan tuntutan target atau skor pertandingan tertentu,’’ terang eks pemain Arema, I Putu Gede.

Selain Putu Gede, beberapa bekas pemain profesional juga terlihat merumput bersama. Sebut saja mantan kapten Persik Kediri Hariyanto dan mantan pemain Persem, Musyafak.

Terlihat pula beberapa anggota komite eksekutif (Exco) Askot PSSI Mojokerto seperti Asep Kuntadi dan Abdul Rosad. Mereka bertanding melawan beberapa pemain yang masih aktif menjadi bagian klub profesional. Seperti bek Persebaya Hansamu Yama, gelandang Sriwijaya FC, Rahel Radiansyah serta gelandang Arema FC Nurdiansyah. Meski terpaut usia yang sangat jauh, tak menghalangi niat mereka untuk bisa berduel satu lawan satu.

’’Kami tidak peduli menang atau kalah. Yang penting bisa berkeringat untuk memperkuat imun dan daya tahan tubuh. Karena kompetisi sampai saat ini belum ada kejelasan, tapi kami juga dituntut bisa mempertahankan fisik agar tetap prima,’’ pungkas Rahel. 

(mj/far/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya