alexametrics
Senin, 30 Nov 2020
radarmojokerto
Home > Sambel Wader
icon featured
Sambel Wader
Jamilah, 40, Perajin Keripik Pelepah Pisang

Produksi Tak Ribet, Rasanya Gurih dan Renyah

06 November 2020, 10: 30: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Jawa Pos Radar Mojokerto

NIKMAT: Jamilah ketika menggoreng keripik pelepah pisang di rumahnya di Kejagan, Trowulan. (NISSA A. SETIONINGTYAS/radarmojokerto.id)

Sering menjadi sampah, kini pelepah pisang dapat dibuat camilan yang lezat. Keripik pelepah menjadi inovasi baru dalam memanfaatkan pohon pisang menjadi produk makanan yang memiliki nilai jual.

NISSA A. SETIONINGTYAS, Trowulan, Jawa Pos Radar Mojokerto

DI RUMAH sederhana, di Desa Kejagan Gang 3, Trowulan, ide kreatif muncul. Namanya keripik pelepah pisang. Di tangan Jamilah, 40, barang yang semula dibuang begitu saja, kini bisa dimanfaatkan menjadi cemilan yang gurih dan nikmat.

jawaposradarmojokerto

TELATEN: Jamilah saat mengupas pelepah pisang dan mengolahnya menjadi keripik yang nikmat. (NISSA A. SETIONINGTYAS/JPRM)

Jamilah memulai bisnisnya ini saat banyak waktu luang selama pandemi Covid-19. Berawal dari keisengannya, keripik pelepah pisang Jamilah kini diminati oleh banyak orang. ’’Awalnya ada pohon pisang roboh. Terus tak bikin. Penasaran saja. Saya sudah coba-coba. Ternyata enak,” ungkapnya.

Ibu dua anak ini menambahkan, tak semua pelepah pisang bisa digunakan keripik yang menggugah selera. Dibutuhkan pisang khusus yakni jenis pisang kepok. Batang pisang dikelupas 2 sampai 3 lembar hingga tersisa bagian dalamnya yang berwarna putih. Pelepah yang digunakan keripik adalah rongga-rongga bagian tengah karena teksturnya tidak keras.

’’Kalau pohon ini bagusnya pohon pisang kepok. Dikupas dua atau tiga kali terus dibuang. Ini yang diambil bagian dalamnya saja,” tutur Jamilah.

Jamilah memiliki trik khusus untuk menghilangkan getahnya. Sebelum diolah, pelepah pisang itu direndam dengan air garam. Getah pelepah yang tidak terlalu banyak membuat perendaman hanya memerlukan waktu sebentar. Setelah itu, pelepah pisang dapat diolah menjadi keripik. ’’Setelah getak keluar, terus dibilas sampai bersih,” jelas Jamilah.

Bahan tambahan yang digunakan juga sederhana. Pelepah pisang dibalut dengan tepung yang sudah dicampuri bumbu. Setelah itu, digoreng dengan api yang besar. ’’Cukup ditambah garam, penyedap rasa, bawang, sama kemiri. Sudah. Itu saja,” tambahnya.

Keripik sederhana ini mampu dijual di pasaran seharga Rp 10 ribu per bungkus dengan berat 500 gram. Dengan menghabiskan Rp 60 ribu, Jamilah mampu menghasilkan 13 bungkus. Jamilah mengaku, akan terus mengembangkan kreasinya itu. Karena, ia meyakini, proses pembuatan keripik ini tidak ribet dan bisa dikerjakan oleh ibu rumah tangga. (ron)

(mj/ris/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya