alexametrics
Senin, 30 Nov 2020
radarmojokerto
Home > Politik
icon featured
Politik

Tim Pemenangan: Ini Penertiban Yang Tidak Beretika

27 Oktober 2020, 20: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Salah satu banner yang ditutup kertas dan dilakban.

Salah satu banner yang ditutup kertas dan dilakban. (Bawaslu for Radar Mojokerto)

Upaya mencopot banner sosialisasi program pemerintah oleh Bawaslu mendapat reaksi keras dari tim pemenangan paslon nomor urut 3, Pungkasiadi-Titik Masudah (Mas Pung-Mbak Titik).

Mereka menyatakan tak terima dengan adanya aksi pencoretan dan penutupan gambar wajah Pungkasiadi setelah ada instruksi penurunan banner oleh Bawaslu.

Mereka menilai, aksi tersebut sebagai cara yang tak beretika dan tak bermoral, sehingga melecehkan martabat paslon yang tengah berebut simpati masyarakat.

Ketua tim pemenangan Mas Pung-Mbak Titik, M. Irsyad Ashari menyatakan, pihaknya sudah mendapati beberapa banner sosialisasi bergambar incumbent, Pungkasiadi, yang ditutupi dengan cara yang tak etis.

Mulai dari disemprot menggunakan cat hingga ditutup menggunakan lakban hitam. Bahkan, tak jarang juga ditemukan gambar wajah Pung ditutup menggunakan kertas putih atau koran.

Dari sekian foto itu, kebanyakan ditemukan pada banner program kampung tangguh yang tertempel di sudut-sudut desa. Khususnya yang tertempel di gapura dengan gambar foto Forkopimda berjejer, mulai dari kapolres, kapolresta, dandim, hingga Pungkasiadi yang masih berstatus sebagai bupati Mojokerto.

’’Kami tadi (kemarin, Red) dikirimi dua atau tiga gambar yang ada pencoretan foto salah satu paslon kami. Tapi, tidak tahu di mana lokasinya,’’ terangnya. Dari temuan itu, Irsyad menegaskan jika aksi pencoretan gambar wajah pada banner sama saja dengan tindakan melecehkan paslon.

Bahkan, disebut sebagai tindakan yang keji dan tidak bermoral. Apalagi, status Pungkasiadi sampai saat ini masih sah sebagai pemimpin Mojokerto meskipun tengah mengambil cuti kampanye pilkada.

’’Tidak seperti itu memperlakukan pemimpin. Itu bentuk ketidakdewasaan dalam berpolitik. Kami mengecam keras lah, itu tindakan yang keji,’’ tegasnya. Irsyad sendiri mempersilakan petugas terkait mencopot banner jika memang pemasangannya dianggap melanggar.

Bahkan, sangat menerima dengan lapang dada mengingat banner tersebut juga bukan bagian dari alat peraga kampanye (APK). Namun, jika kemudian terjadi aksi corat-coret hingga muncul pelecehan, pihaknya tak sungkan untuk memroses lebih jauh jika memang dinilai merugikan.

’’Kalau misalnya itu (banner, Red) dianggap melanggar atau tidak sesuai dengan aturan, nggak apa-apa, silakan diturunkan. Itu bukan APK kami, dan bukan pihak yang memasang. Kami akan kaji dengan tim hukum kami,’’ tandasnya. 

(mj/far/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya