alexametrics
Senin, 30 Nov 2020
radarmojokerto
Home > Ekonomi
icon featured
Ekonomi
Konveksi Kaus dan Sablon MC Sport

Bertahan karena Pesanan Masker dan Kaus Pilkada

26 Oktober 2020, 21: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Muncul Sudardji mendampingi karyawan saat mengerjakan pesanan.

Muncul Sudardji mendampingi karyawan saat mengerjakan pesanan. (Rinto/Radar Mojokerto)

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Agustus tahun ini bendera kaus raksasa tidak tampak berkibar di salah satu sudut pinggir Jalan Raya Desa/Kecamatan Gedeg.

Hal itu sekaligus menjadi penanda lesunya usaha konveksi dan sablon MC Sport saat pandemi menghantam. Muncul Sudardji  mengawali usaha konveksi kaus miliknya yang diberi nama MC Sport ini sejak tahun 1986-an.

Atau sekitar 34 tahun silam. Berawal dari keinginannya untuk mandiri dan membesarkan usahanya, ia lalu memberanikan diri keluar dari perusahaan konveksi yang sudah lama diikutinya.

Seiring perkembangan usahanya, selain kaus, Muncul juga memproduksi jaket, training, dan hem kerja. Salah satu yang menjadi kelebihannya, ia juga tidak membanderol karya produksinya dengan harga tinggi. Perlahan usaha konveksi yang dilakoninya pun mulai membuahkan hasil.

Karena kualitas serta harga yang lebih murah dari konveksi lainnya, pesanan dari berbagai kota berdatangan. Mulai dari kota sekitaran Jawa Timur (Jatim), Bali, hingga Kalimantan. Kebanyakan pesanan tersebut berasal dari instansi pemerintah, serta lembaga pendidikan.

Harga yang dibanderol Muncul untuk kaos berkisar Rp 30 ribu sampai Rp 120 ribu. Sementara jaket di kisaran Rp 75 ribu hingga Rp 140 ribu, dan training antara Rp 40 ribu sampai Rp 150 ribu.

”Tergantung kualitas bahan dan sablonnya,” tutur Muncul. Namun, senasib dengan bidang usaha lainnya. Usaha konveksi kaus ini juga tak luput dari hantaman pandemi.

Pesanan kaus yang biasanya membanjiri tempatnya, kini menurun drastis. Muncul mengaku penurunan omzetnya saat ini menembus 60 persen.

Padahal ia sendiri harus menghidupi 13 karyawan yang rata-rata warga sekitar. Mulai dari penjahit hingga tukang sablon. Beruntung, saat ini ia mendapat pesanan masker serta kaus dari kontestan pilkada Mojokerto dalam jumlah besar.

”Ya lumayan lah. Meski untung sedikit, namun bisa tetap produksi. Paling tidak, saya bisa menggaji para karyawan,” imbuh bapak 3 putra ini. (nto)

(mj/ris/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya