alexametrics
Jumat, 23 Oct 2020
radarmojokerto
Home > Mojokerto
icon featured
Mojokerto

Mengajar Siswa Melalui Radio

17 Oktober 2020, 15: 00: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Jawa Pos Radar Mojokerto

Sekolah online belum menjamah seluruh siswa. Untuk menutupi kekurangan itu, sejumlah guru menyampaikan mata pelajaran melalui radio. (tyas/radarmojokerto.id)

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pembelajaran jarak jauh (PJJ) melalui sistem dalam jaringan (daring) belum sepenuhnya menjangkau peserta didik di Kabupaten Mojokerto. Setidaknya ribuan siswa yang masih terkendala dalam mengikuti pembelajaran online.

Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Mojokerto Mujiati mengatakan, pembelajaran daring belum dapat diikuti secara menyeluruh oleh 97.975 peserta didik jenjang SD dan SMP se-Kabupaten Mojokerto. Setidaknya, ada 10-15 persen siswa yang belum maksimal mengikuti pembelajaran online. ”Karena sekitar 85-90 persen yang aktif daring,” ujarnya kemarin.

Menurutnya, siswa yang belum dapat aktif mengikuti pembelajaran daring disebabkan berbagai faktor. Terutama terkendala fasilitas berupa gawai atau perangkat smartphone.  Akibatnya, peserta didik tidak bisa menjangkau materi yang diberikan guru secara online. ”Karena memang ada yang HP-nya bergantian dengan milik orang tua, saudara, atau juga tidak memiliki HP,” ulasnya.

Mujiati menyatakan, sepanjang diberlakukan PJJ sejak pandemi ini, dispendik sebenarnya telah menerapkan pembelajaran luar jaringan (luring). Yaitu, guru melakukan home visite atau kunjungan ke rumah siswa yang mengalami kendala daring. Baik yang dilakukan secara door-to-door maupun belajar berkelompok. Akan tetapi, karena terbatasnya jumlah pendidik membuat kegiatan kunjungan tersebut menjadi kurang kurang optimal. ”Kasihan kalau guru terus berkunjung ke rumah siswa yang jaraknya terlalu jauh,” bebernya.

Untuk memaksimalkan PJJ tersebut, dispendik saat ini mulai menggulirkan pembelajaran luring melalui siaran radio. Pembelajaran secara on air baru dijalankan awal pekan lalu melalui saluran radio milik Pemkab Mojokerto. Dia menyatakan, metode pembelajaran radio bertujuan untuk menjangkau siswa yang terkendala mengikuti pembelajaran online. Di samping itu, juga untuk memberikan ulasan materi yang diterima siswa melalui daring. ”Jadi, ini sifatnya alternatif. Supaya pembelajaran bisa tetap berjalan,” tandasnya.

Jadwal mengudara dilakukan setiap saat sore hari dengan rentang waktu dua jam. Sementara materi pembelajaran diisi oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Kabupaten Mojokerto. Masing-masing terbagi untuk jenjang SMP tiap hari Senin-Kamis. Sedangkan jenjang SD dijadwalkan Jumat dan Sabtu. 

(mj/ram/ron/JPR)

 TOP