alexametrics
Jumat, 23 Oct 2020
radarmojokerto
Home > Mojokerto
icon featured
Mojokerto

Ning Ita Panen Jagung

17 Oktober 2020, 10: 20: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Jawa Pos Radar Mojokerto

Wali Kota Mojokerto bersama Wawali Achmad Rizal Zakaria, Sekdakot Mojokerto Harlistyati, serta jajaran kepala OPD mengikuti panen perdana tanaman jagung serta penyerahan bantuan permodalan di Balai Kelurahan Gunung Gedangan. (humas/pemerintahkotamojokerto)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto - Lesunya perekonomian adalah salah satu dampak yang diakibatkan pandemi Covid-19. Meski demikian Pemerintah Kota Mojokerto tidak hanya berpangku tangan menunggu bantuan dari pemerintah pusat, tetapi berupaya bangkit melalui Program Upaya Pangan Mandiri (PUMP). Pada Jumat (16/10) Wali Kota Mojokerto bersama Wawali Achmad Rizal Zakaria, Sekdakot Mojokerto Harlistyati, serta jajaran kepala OPD mengikuti panen perdana tanaman jagung serta penyerahan bantuan permodalan di Balai Kelurahan Gunung Gedangan.

Beberapa upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Mojokerto melalui Dinas Ketahanan Pangan dan pertanian (DKPP) adalah dengan memberdayakan lahan aset pemkot untuk ditanami jagung dan memberikan bantuan modal usaha dalam bidang pertanian dan peternakan. Pemkot memiliki lahan aset seluas 9,0 hektare yang dimanfaatkan untuk menanam jagung. Salah satunya adalah lahan jagung di lingkungan Kedungsari Kelurahan Gunung Gedangan. Lahan seluas 1,5 hektare itu ditanami oleh warga Kelurahan Kedungsari dengan jagung varietas NK 212 sejak Juli 2020.

Usai mengikuti panen perdana, Ning Ita menyerahkan bantuan yang akan menjadi modal usaha bagi warga Kota mojokerto. Pada kesempatan ini bantuan bibit sayuran diberikan kepada 600 KK. Antara lain, bibit bungkul, cabai, tomat, terong. Selain dalam bidang pertanian, warga yang berminat dalam bidang peternakan juga mendapat bantuan modal usaha berupa ayam buras dan ayam petelur beserta kandang dan pakannya. 

Modal usaha juga diberikan dalam perikanan  yaitu berupa bibit ikan nila dan ikan lele. Ada 17 kelompok warga yang mendapat bantuan bibit ikan lele dan  1 kelompok mendapat bantuan bibit ikan nila. Selain mendapat bantuan bibit ikan masing-masing kelompok juga mendapat bantuan kolam dan pakan ikan.

Dalam sambutannya, Ning Ita menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan bantuan program ketahanan pangan untuk 10.000 KK. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ketahanan pangan yang menjadi bagian dari program pemulihan dampak ekonomi pandemi Covid-19. ’’Di dalam kegiatan ketahanan pangan ini ada salah satu upaya di mana masyarakat kita ajak untuk melakukan budidaya berbagai macam ada sayur mayur ada juga ikan ataupun unggas,’’ jelas Ning Ita.

Ia menambahkan bahwa budidaya pertanian juga dilakukan oleh DKPP kemudian hasilnya dibagikan kepada masyarakat.  ’’Semua bantuan ini kita harapkan tidak hanya bisa memberikan kecukupan atas kebutuhan pangan masyarakat kita tapi ke depan masyarakat kita ajak untuk lebih sabar lebih telaten,’’ tuturnya. 

Ning Ita menjelaskan bahwa Kota Mojokerto ini memang bukan daerah pertanian tetapi meskipun wilayahnya perkotaan dengan kepadatan penduduk yang cukup tinggi tidak menjadi kendala untuk bisa mengembangkan pertanian. ’’Tidak hanya pertanian, tentunya peternakan juga bisa kita upayakan. Artinya suasana pandemi ini justru menuntut kita lebih inovatif dan kreatif dan ini terbukti kita bisa melakukannya,’’ kata Ning Ita.

’’Bagaimana beralih dari wilayah perkotaan yang notabene memang jarang sekali ada pertanian karena ketersediaan lahan yang cukup sempit, kita arahkan untuk lebih inovatif memanfaatkan lahan yang sempit untuk kegiatan ketahanan pangan dan ini bisa kita lakukan secara bertahap. Dari hasil itu untuk menjadi mata pencaharian masyarakat ke depan kuncinya dibutuhkan kesabaran dan ketelatenan,’’ jelas Ning Ita.

Lebih lanjut, Ning Ita menyampaikan, apa yang tengah dilakukan oleh Pemerintah Kota Mojokerto ini merupakan upaya untuk mengubah pola hidup yang selama ini memang warga perkotaan jarang sekali melakukan kegiatan pertanian maupun peternakan. ’’Untuk itu, kita tidak boleh patah semangat, justru inilah saatnya kita meningkatkan inovasi dan kreativitas kita bagaimana memanfaatkan segala sumber daya yang ada ini untuk bisa menjadi sumber ekonomi atau mata mata pencaharian bagi masyarakat dan insya Allah kami juga akan melakukan pendampingan sampai dengan 6 bulan agar masyarakat kota ini mulai terbiasa untuk melakukan kegiatan budidaya ke depannya dan ini akan menjadi kebiasaan hidup yang akhirnya menjadi sumber mata pencaharian atau ekonomi warga Kota Mojokerto,’’ pungkas Ning Ita. (al)

(mj/ris/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya