alexametrics
Jumat, 23 Oct 2020
radarmojokerto
Home > Mojokerto
icon featured
Mojokerto

Pandemi, Imunisasi Tak Berhenti

16 Oktober 2020, 13: 25: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Jawa Pos Radar Mojokerto

TETAP JALAN: Kondisi lingkungan yang saat ini banyak menerapkan Social Distancing di tengah pandemi Covid-19, tidak menghalangi berjalannya program imunisasi untuk balita, Kamis (15/10). (sofankurniawan/radarmojokerto.id)

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Masa pandemi yang telah berlangsung selama lebih dari delapan bulan berdampak pada terbatasnya berbagai aktivitas rutin masyarakat. Kegiatan imunisasi yang biasanya diadakan di tiap-tiap perumahan kini harus terpusat di Pondok Kesehatan Desa (Ponkesdes) Sooko, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

”Bedanya sebelum korona biasanya kita kalau mau ke posyandu bisa langsung ke dekat rumah. Kalau sekarang agak jauh, karena harus ke posyandu kecamatan dan sudah terjadwal gilirannya. Tapi, saya kadang juga masih lupa sama jadwalnya makanya nggak teratur,” ujar Novi, warga sekaligus anggota posyandu, Kamis (15/10). 

Meski adanya perbedaan di teknis pelaksanaan, animo imunisasi balita sebelum dan setelah adanya wabah Covid-19 sendiri sejauh ini masih stagnan. ”Awalnya sempat ada problem sedikit, mungkin karena takut atau belum paham, jadi sebagian warga masih ragu mau ke posyandu. Namun, setelah pihak puskesmas memberikan pengertian terkait teknik pelaksanaan imunisasi di masa pandemi, akhirnya lancar,” jelas Kabid P2P Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto, dr Langit Kresna Janitra.

Pemberian imunisasi di Kecamatan Sooko sendiri dimulai sejak pukul 08.00 hingga 11.00. Jadwalnya diadakan per bulan, yakni pada Senin di minggu kedua, dan Kamis di minggu ketiga. Jenis imunisasi yang diberikan adalah imunisasi untuk penyakit yang memiliki efek samping kematian, seperti TBC, kanker hati, tetanus, maupun meningitis. ”Walaupun pandemi kalau bisa imunisasi ya jangan sampai berhenti. Karena Imunisasi berperan sebagai perlindungan primer bagi bayi terhadap penyakit-penyakit yang membahayakan tumbuh kembangnya,” tambah Siti Naimah, Bidan Ponkesdes Sooko. (oce)

(mj/ris/ron/JPR)

 TOP