alexametrics
Selasa, 20 Oct 2020
radarmojokerto
Home > Mojokerto
icon featured
Mojokerto

Sistem Pendidikan SMP Negeri Dikombinasi, Luring dan Daring

15 Oktober 2020, 13: 30: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Petugas kebersihan SMPN 2 Kota Mojokerto menyiapkan ruang kelas untuk pembelajaran tatap muka.

Petugas kebersihan SMPN 2 Kota Mojokerto menyiapkan ruang kelas untuk pembelajaran tatap muka. (Sofan Kurniawan/Radar Mojokerto)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Keputusan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMPN Kota Mojokerto terkait dengan teknis sistem pembelajaran sudah bulat.

Ketua MKKS SMPN Kota Mojokerto Mulib menerangkan, bahwa kegiatan pembelajaran akan diadakan dengan sistem kombinasi, baik luar jaringan (luring) maupun dalam jaringan (daring) di masa pandemi Covid-19.

Skema pembelajaran akan dibagi dalam tiga jenjang. ”Jadi, tidak semua kelas akan masuk setiap hari. Semisal, kelas VII minggu pertama pembelajarannya tatap muka, sementara anak kelas VIII dan IX di minggu pertama juga tetap belajar. Namun, dengan sistem daring dan begitu seterusnya,” ujarnya di SMP Negeri 2 Kota Mojokerto, Rabu (14/10).

Meski belum tahu pasti kapan akan berjalannya pembelajaran sistem kombinasi, pihaknya sudah berjaga-jaga untuk menghindari terjadinya siswa bergerombol setelah pulang sekolah.

Sebab, dari tiga jenjang tersebut akan dibagi lagi dalam dua gelombang per harinya. Jika satu jenjang terdiri dari delapan kelas, maka empat kelas akan diikutkan pada gelombang pagi, sedangkan sisanya diikutkan gelombang siang.

”Per harinya siswa akan belajar selama empat jam. Sif pertama mulai jam 07.00 sampai jam 10.00, lalu sif kedua akan mulai jam 08.30 lah. Otomatis anak-anak nggak bakal ketemu, kan karena jadwal mereka bersamaan,” terang Mulib.

Masih mengantisipasi adanya kegiatan belajar secara masal, menurut pria yang juga menjabat sebagai Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Mojokerto itu, kegiatan belajar mengajar (KBM) dengan sistem tatap muka itu bukan hanya sekadar menyelesaikan kompetensi dasar.

Tapi, lebih bagaimana guru memberi motivasi dan dorongan kepada siswa untuk tetap belajar di masa pandemi ini. ”Jadi lebih fokus pada pembangunan karakter bagaimana siswa untuk terus semangat belajar, baik dengan sistem offline maupun online,” tukasnya. (oce)

(mj/ris/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya