alexametrics
Jumat, 23 Oct 2020
radarmojokerto
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Tersangka Penganiayaan Orang Tuanya Sendiri Diancam 15 Tahun Penjara

15 Oktober 2020, 08: 30: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Tersangka Adi Muryadi Hermanto menjalani pemeriksaan di Satreskrim Polres Mojokerto beberapa waktu lalu.

Tersangka Adi Muryadi Hermanto menjalani pemeriksaan di Satreskrim Polres Mojokerto beberapa waktu lalu. (Khudori Aliandu/Radar Mojokerto)

MOJOANYAR, Jawa Pos Radar Mojokerto – Ancaman hukuman bagi tersangka penganiayaan kedua orang tuanya, Adi Muryadi Hermanto, 28, diperberat.

Setelah Satreskrim Polres Mojokerto menerima hasil autopsi untuk memastikan ibu kandungnya, Muripah, tewas akibat penganiyaan anaknya sendiri tersebut.

’’Kesimpulan hasil autopsi, korban (Muripah, Red) meninggal akibat perbuatan tersangka membenturkan kepala ibunya,’’ ungkap Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander Rabu (14/10.

Menurut Dony, korban yang meninggal setelah empat hari menjalani perawatan di RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto pada Rabu (30/9), dari keterangan dokter forensik RS Bhayangkara, erat kaitannya dengan kekerasan dilakukan tersangka.

’’Meninggalnya akibat kekerasan (benda) tumpul di kepala belakang, sehingga terjadi pendarahan pada selaput jala,’’ tambahnya. Dari autopsy, diketahui Muripah mengalami luka memar. Dari dipukul, ditendang, hingga dibenturkan ke dinding.

Sementara akibat penganiyaan menggunakan pisau, Muripah menderita luka tusuk di kedua pipi, leher, dan dada. Sedangkan akibat sayatan benda sajam itu, korban juga alami luka iris di kedua pipi, leher, lengan kiri, jari telunjuk dan ibu jari, serta luka memar di dada, perut, leher, pipi dan kepala.

’’Atas dasar autopsi itu, ancaman hukumannya juga akan menyesuaikan,’’ tegasnya. Penyidik mengubah jeratan pasal pada tersangka setelah korban meninggal dari sebelumnya mengalami luka berat. Yakni, pasal 44 ayat 3 UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

’’Jadi ancaman lebih berat. Dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,’’ tegasnya. Dari sebelumnya pasal 338 KUHP juncto pasal 53 ayat 1 KUHP terkait percobaan pembunuhan, dan pasal 44 ayat 2 UU Nomor 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga.

Dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara. Diketahui, Adi Muryadi adalah anak pasangan suami istri (pasutri) Yasin, 87, dan Muripah, 63, warga Dusun Kuripan, Desa Jumeneng, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto.

Dia tega menggorok leher kedua orang tuanya karena sakit hati akibat dilarang bekerja di Sidoarjo, Sabtu (26/9) lalu. Pedagang bubur sruntul ini dengan sadis melakukan penganiyaan terhadap kedua orang tuanya menggunakan pisau dapur. Hal itu dilakukan saat keduanya tidur pulas di ruang tamu.

Akibat perbuatan Adi, pasangan suami istri Yasin dan Muripah menderita luka parah. Usai mendapat perawatan rumah sakit Muripah meninggal dunia pada Rabu (30/9) lalu.

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP