alexametrics
Jumat, 23 Oct 2020
radarmojokerto
Home > Mojokerto
icon featured
Mojokerto

Alat Kedokteran Sedot Anggaran Rp 28,8 Miliar

13 Oktober 2020, 08: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Gedung E RSUD Prof dr Soekandar Kabupaten Mojokerto yang bakal dimanfaatkan sebagai pelayanan kesehatan terpadu.

Gedung E RSUD Prof dr Soekandar Kabupaten Mojokerto yang bakal dimanfaatkan sebagai pelayanan kesehatan terpadu. (Rizal Amrulloh/Radar Mojokerto)

MOJOSARI, Jawa Pos Radar Mojokerto – RSUD Prof dr Soekandar mendapat kucuran anggaran jumbo dari P-APBD tahun ini. Tak tanggung-tanggung, nilainya mencapai Rp 28,8 miliar untuk pengadaan alat-alat kedokteran.

Direktur RSUD Prof dr Soekandar dr Djalu Naskutub mengatakan, besarnya anggaran pengadaan peralatan medis tersebut untuk melengkapi kebutuhan di gedung E. Menurutnya, bangunan empat lantai yang didirikan tahun 2019 itu bakal dijadikan sebagai gedung pelayanan kesehatan terpadu.

’’Jadi, ada beberapa item untuk melengkapi satu rangkaian pelayanan kesehatan di gedung E,’’ terangnya Senin (12/10). Dia merincikan, alokasi anggaran sebesar Rp 28,8 miliar di antaranya untuk pengadaan alat kedokteran bedah di ruang operation komer (OK) central.

Kamar operasi itu dipusatkan di lantai empat gedung E dengan kapasitas mencapai delapan ruang operasi. ’’Sekaligus untuk ruang recovery room-nya juga terpusat di sana (lantai empat),’’ tandasnya.

Selain itu, kucuran anggaran dari P-APBD juga diperuntukkan melengkapi peralatan kesehatan di ruang intensif center di lantai tiga. Meliputi ruangan Intensive Care Unit (ICU) serta Intensive Cardiologi Care Unit (ICCU).

Djalu menyebutkan, anggaran juga diserap untuk mendukung kebutuhan ruang khusus bedah di lantai dua dengan daya tampung 40 tempat tidur. Termasuk menambah kapasitas ruang hemodialisa (HD) di lantai dasar. Pelayanan cuci darah tersebut akan di-upgrade dari semula 20 mesin menjadi 35 mesin HD.

’’Jadi memang untuk satu paket lengkap,’’ ulasnya. Di samping peralatan kesehatan, paket proyek pengadaan barang juga digunakan untuk belanja mesin generator set (genset). Mantan Wadir Pelayanan Medis RSUD Prof dr Seokandar ini menyebut, perangkat penyuplai listrik cadangan itu untuk menunjang pelayanan kesehatan terpadu.

Pasalnya, seluruh peralatan kesehatan di gedung E bakal dioperasionalkan secara nonstop. Sehingga, pihaknya melakukan penambahan perangkat penyuplai daya listrik cadangan untuk mengantisipasi terjadinya pemadaman. ’’Dengan P-APBD ini, harapannya gedung E sudah bisa operasional penuh tahun depan,’’ paparnya.

Dia menambahkan, paket pengadaan alat-alat kedokteran telah selesai proses tender di Lembaga Pengadaan Barang dan Jasa Secara Elektronik (LPSE) kemarin. Tahapan selanjutnya, kata Djalu, akan dilakukan pengumuman pemenang dari 18 peserta lelang. Jika berjalan sesuai jadwal, kontrak akan dilangsungkan sebelum akhir Oktober.

Setelah digerojok anggaran Rp 37,1 miliar tahun lalu, gedung E rumah sakit pelat merah ini juga mendapat sentuhan fisik 2020 ini. Yaitu, berupa pembangunan Ram atau selasar untuk jalur emergency. Paket proyek dengan pagu Rp 285 juta tersebut saat ini masih dalam proses pengerjaan. (abi)

(mj/ram/ris/JPR)

 TOP