alexametrics
Selasa, 20 Oct 2020
radarmojokerto
Home > Mojokerto
icon featured
Mojokerto
Tren Tanaman Hias Berharga Fantastis (habis)

Setia Merawat Puspa Pesona

12 Oktober 2020, 21: 30: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Penghobi tanaman aneka jenis berbunga cantik selalu bermunculan di Mojokerto.

Penghobi tanaman aneka jenis berbunga cantik selalu bermunculan di Mojokerto. (Sofan Kurniawan/Radar Mojokerto)

Tren tanaman hias selalu berganti. Ketika pandemi, beberapa jenis tanaman hias booming dan menjadi incaran banyak pihak. Meski begitu, ada tanaman hias jenis tertentu yang tetap disukai dan mendapat tempat tersendiri di hati penggemarnya.

SALAH satu tanaman yang disebut-sebut langgeng adalah anggrek. Varietas tanaman hias yang sudah banyak dikenal ini memiliki penggemar setia. Hingga kini, penyuka tanaman aneka jenis berbunga cantik selalu bermunculan. Di Mojokerto, pecinta anggrek tak kalah banyaknya.

Salah satunya Ida Gigih Budoyo, warga Perum Lawang Asri, Desa Sumolawang Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Sejak tahun 2000-an, perempuan berjilbab ini sudah gemar mengoleksi aneka jenis anggrek.

Kini di rumahnya terdapat ratusan jenis anggrek yang dirawat sekaligus dikembangbiakkan. Teras depan rumahnya berjajar aneka jenis anggrek anakan. Di dalam rumah, anggrek yang telah berbunga ditempatkan pada ruang terbuka yang dikombinasikan dengan kolam ikan.

”Sejak tinggal di Surabaya dulu sampai pindah ke Mojokerto sudah suka sama anggrek,” ujar Ida, sapaan akrab Ida Gigih Budoyo ditemu di rumahnya, Jumat (9/10). Ida mengaku sudah jatuh cinta dengan anggrek sejak lama.

Meski banyak jenis tanaman hias yang bagus dan cantik, hatinya tetap setia terhadap anggrek. Ibu rumah tangga ini setiap hari bergelut dengan anggrek pagi dan sore. Baik menyirami, memberi pupuk, hingga menata anggrek aneka jenis.

”Anggrek itu indah sekali. Apalagi ketika berbunga, hati ini rasanya senang sekali,” ungkap Ida. Masa pandemi justru membuat hobi merawat anggrek kian menjadi. Setiap pekan, dia biasa membeli jenis anggrek baru.

”Seminggu bisa beli 4-5 jenis yang baru. Ya tentu lewat pembelian online,” terang Ida. Selain membeli anggrek yang sudah jadi alias sudah berbunga, dia juga beli anakan anggrek. Tujuannya, untuk pengembangbiakannya.

Padahal, beli anakan anggrek baru bisa menikmati bunganya harus menunggu sampai empat tahun. ”Memang lama. Tapi, begitu anakan itu bisa keluar sprout (akar) atau berkuncup saja rasanya senang sekali,” imbuhnya.

Untungnya, hobi merawat bunga anggrek didukung suami. Malahan, suaminya ikut-ikutan suka anggrek juga. Hanya saja, sang suami, Gigih Budoyo, gemar jenis anggrek bulan. ”Kalau saya suka jenis cataleya. Kalau suami jenis anggrek bulan,” sebutnya.

Di rumahnya, anggrek jenis cataleya mencapai puluhan jenis. Yang paling dia sukai jenis cataleya proud of paradise. Anggrek jenis itu mengeluarkan bunga berukuran agak besar sekitar 5 cm dengan warna kuning muda kombinasi hijau.

”Yang paling sulit dari merawat anggrek adalah mengembangkannya lagi. Atau membuat anggrek kembali berbunga,” tandas Ida. Oleh sebab itu, setiap hari dia merawat anggrek layaknya merawat anak sendiri. Tetangga sekitar rumahnya sampai tidak berani meminta bunga anggreknya.

”Orang-orang sungkan kalau meminta. Lha bagaimana, setiap hari dielus-elus,” tambahnya sambil tertawa. Mengoleksi anggrek tak membuatnya minder dengan tren tanaman hias yang kian berkembang. Tanaman hias janda bolong yang kini tengah happening tak membuatnya berpindah hati.

Dulu, dia sempat mengoleksi tanaman gelombang cinta dan adenium, tapi anggrek tetap yang utama. ”Ya bagaimana ya. Sebenarnya pengen juga. Tapi, begitu tahu harganya, jadi mikir lagi,” bebernya. Meski beralasan soal harga, koleksi anggrek Ida bisa terbilang bernilai puluhan juta.

Bagaimana tidak, satu jenis anggrek saja bisa bernilai ratusan ribu. Sementara koleksinya mencapai ratusan jenis anggrek. Alasan keindahan bunga, tampaknya lebih menjadikan sebab Ida mengoleksi anggrek.

Tiap Tahun Muncul Warna Baru

Muhamad Safik, warga Perum Teratai Desa/Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto juga gandrung mengoleksi anggrek. Tanaman yang biasa tumbuh pada batang atau cabang pohon ini jadi koleksi keluarganya. ”Awalnya dari istri lalu jadi koleksi keluarga,” ujar dia.

Istrinya yang bekerja di bank awalnya menulari virus koleksi anggrek ke dalam rumah. Kini koleksi anggrek di rumahnya mencapai puluhan jenis. Dan, diperkirakan bakal masih terus bertambah. ”Biasanya di kantor istri saya kan dihiasi anggrek. Lama-lama suka. Akhirnya di rumah koleksi anggrek juga,” imbuhnya.

Para kolektor anggrek tersebut tak pelak terpincut keindahan bunga satu ini. Bunga yang juga ditetapkan sebagai satu dari bunga nasional. Puspa pesona yang dapat dikembangbiakkan secara luas, baik dari segi jumlah maupun jenis.

”Bunga anggrek masih bisa dieksplorasi. Jika dikawin silangkan, bisa memunculkan banyak warna baru. Tiap tahun bisa ada warna baru. Ini yang membuat penggemar anggrek tak pernah surut,” tandas Ida Gigih Budoyo. (fen/ris)

(mj/fen/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya