alexametrics
Jumat, 23 Oct 2020
radarmojokerto
Home > Lifestyle
icon featured
Lifestyle
Pemanfaatan Ampas Kopi Jadi Pupuk Organik

Mampu Suburkan Tanah dan Percepat Pertumbuhan Tanaman

12 Oktober 2020, 10: 10: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Jawa Pos Radar Mojokerto

SUBUR: Ari Fibrianto mengolah campuran ampas kopi dan pupuk kandang yang digunakan sebagai media tanam tanaman kopi. (khudorialiandu/radarmojokerto.id)

Tidak hanya nikmat diseduh, tetapi kopi ternyata memiliki beragam manfaat. Bahkan, ampas kopi juga dapat digunakan sebagai bahan olahan pupuk organik. Kandungan unsur hara dapat menyuburkan tanah serta mempercepat masa pertumbuhan tanaman.

 

RIZAL AMRULLOH, Trawas, Jawa Pos Radar Mojokerto

 

Peralihan musim dari kemarau ke penghujan mulai tiba. Perubahan cuaca ini disambut para petani dengan bersiap bercocok tanam. Salah satunya yang dilakukan Ach. Ari Fibrianto, petani kopi Trawas, Kabupaten Mojokerto.

Kemarin, dia mulai menyiapkan bibit-bibit tanaman kopi jenis arabica untuk ditanam di lereng Gunung Welirang. Tepatnya di perkebunan di Dusun Kemloko, Desa/Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto.

Uniknya, di masa tanam tahun ini, dirinya mulai menerapakan sistem pemupukan yang berbeda. Selain memanfaatkan pupuk kandang, bibit tanaman kopi miliknya juga diberikan campuran ampas kopi. ’’Biar unsur haranya tercukupi,’’ terangnya kemarin.

Jauh hari Ari memang telah mengumpulkan ampas kopi dari sejumlah kedai kopi yang ada di Mojokerto. Setiap satu minggu sekali, dia berkunjung ke kafe-kafe untuk mengumpulkan ampas kopi. Terutama sisa dari ampas kopi yang dibuat dengan mesin espresso maupun yang coffee filter.

Ampas yang terkumpul kemudian didiamkan selama beberapa hari hingga berjamur. ’’Memang yang dibutuhkan bakteri baiknya di ampas kopi yang nantinya dibuat pupuk,’’ urainya.

Namun, untuk menghindari tumbuhnya jamur yang berlebihan, maka ampas harus dihaluskan hingga berupa bubuk kopi. Pupuk racikan Ari menggunakan perbandingan 70 persen pupuk kandang dari kotoran kambing atau kompos. Sementara 30 persen untuk menggunakan lethek alias sisa ampas kopi.

Ari mengatakan campuran pupuk dari kombinasi bahan-bahan organik tersebut tepat digunakan untuk media tanam saat pembibitan. Pasalnya, kandungan nitrogen dan fosfor pada ampas kopi mampu mempercepat proses pertumbuhan tanaman. ’’Pertumbuhannya bisa lebih cepat buat tanaman yang baru ditanam,’’ tandasnya.

Tak hanya itu, Ari juga menggunakan ampas kopi untuk pemupukan tanaman di perkebunan. Sebab, ulas dia, kombinasi pupuk kandang dan sisa ampas kopi juga bermanfaat untuk pertumbuhan pasca panen tanaman kopi. ’’Terutama untuk perbaikan jaringan tanaman, termasuk pembentukan batang-batang baru,’’ paparnya.

Ayah satu anak ini juga mengaku tengah melakukan uji coba untuk mengetahui pemupukan menggunakan ampas kopi apakah juga berpengaruh dengan hasil panen. Karena itu, beberapa pohon kopi di kebunnya diberi tanda khusus. Baik yang hanya menggunakan ampas kopi, olahan pupuk ampas kopi dan pupuk kandang, maupun hanya menggunakan kotoran kambing. ’’Hasilnya dapat diketahui tiga bulan ke depan. Apakah perubahan hanya pertumbuhannya saja, atau bisa lebih jauh sampai hasil panen,’’ pungkas Ari. (abi)

(mj/ori/ron/JPR)

 TOP