alexametrics
Jumat, 23 Oct 2020
radarmojokerto
Home > Mojokerto
icon featured
Mojokerto

Stok Darah PMI Menipis

10 Oktober 2020, 09: 30: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Jawa Pos Radar Mojokerto

Petugas PMI Kota Mojokerto tengah memeriksa tensi darah seorang pendonor. (rin/radarmojokerto.id)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Stok darah di Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kota Mojokerto menipis. Dari sebelumnya mampu menyediakan 300-400 kantong per hari, kini hanya separonya saja.

Humas PMI Kota Mojokerto Dimas Hariyadi mengatakan, rata-rata stok darah per hari hanya 150 kantong. ’’Sebelum pandemi, stok darah yang siap dikeluarkan sekitar 300 sampai 400 kantong. Sekarang hanya sekitar 150 kantong saja,’’ paparnya, kemarin.

Karena berkurangnya ketersediaan jumlah stok darah, pengeluarannya pun juga menurun. Pada kondisi normal, UTD Kota Mojokerto biasa mengeluarkan 30 hingga 50 kantong. Sedangkan dalam kondisi seperti ini hanya mengeluarkan 20 hingga 30 kantong. Hal itu juga disebabkan pihak rumah sakit yang meminimalisir pasien rawat inap. ’’Sekarang kan rumah sakit banyak yang memilih untuk rawat jalan untuk pasiennya,’’ ungkapnya.

Anjuran dari pemerintah untuk stay at home menjadi sebab utama berkurangnya stok darah di UTDC Kota Mojokerto. Sedangkan donor darah mengharuskan orang keluar rumah untuk pergi ke kantor UTD atau dengan mengadakan kegiatan donor darah di luar kantor. Di mana kegiatan tersebut akan melibatkan banyak massa. Padahal, hal itu dilarang oleh pemeritah.

Dalam keadaan biasa, pendonor bisa mencapai 30 orang per hari yang datang langsung ke kantor UTD Kota Mojokerto. Sedangkan ketika pandemi ini, pendonor hanya 15 orang. ’’Kalau nggak pandemi itu bisa sekitar 30-an, sekarang bisa cuma 15-10 orang gitu,’’ kata Dimas.

Sosialisasi donor darah di sekolah dan tempat umum kini tidak lagi dilakukan pihak PMI. Mengingat sekolah kini menerapkan pembelajaran daring dan aktivitas yang melibatkan banyak massa juga dihindari.

Strategi jemput bola menjadi pilihan terbaik pihak UTDC. Karena PMI menjadi satu-satunya pihak penyedia stok darah yang ada, tentunya tidak ingin mengecewakan orang-orang yang membutuhkan. ’’Kita tetap berusaha mencari , kadang menghubungi korem, kodim, polres, meminta bantuan anggotanya untuk donor. Sama menghubungi penggerak donor yang mandiri kita koordinasi terus,’’ paparnya.

Di samping itu, PMI juga melakukan upaya broadcast melalui media sosial untuk mengajak masyarakat sekitar melakukan donor darah. Tidak hanya melalui media online, PMI juga menjalin kerja sama dengan radio untuk mengkampanyekan kegiatan sosial ini.

Untuk menghindari kehabisan stok, UTD Kota membatasi pengeluaran stok darah hanya untuk rumah sakit yang berada di sekitar wilayah Kota Mojokerto. ’’Semoga pandemi segera berakhir, bisa lebih bebas beraktivitas, semua kembali normal, sehingga pemasukan stok darah bisa bertambah,’’ harapnya. (rin)

(mj/ris/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya