alexametrics
Jumat, 23 Oct 2020
radarmojokerto
Home > Journey
icon featured
Journey

Candi Bajang Ratu Tak Dilirik Wisatawan

09 Oktober 2020, 13: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Sejak pandemi covid-19, jumlah pengunjung wisata sejarah di Candi Bajang Ratu, Trowulan menurun drastis. Kini, dalam sehari, tak lebih dari 15 pengunjung saja.

Sejak pandemi covid-19, jumlah pengunjung wisata sejarah di Candi Bajang Ratu, Trowulan menurun drastis. Kini, dalam sehari, tak lebih dari 15 pengunjung saja. (Tyas for Radar Mojokerto)

TROWULAN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pasca ditutup dan tak menerima pengunjung, sektor wisata sejarah sudah kembali dibuka pemerintah. Sayangnya, objek wisata ini tak banyak dilirik pengunjung. Masih sangat sepi.

Pemandangan itu terlihat di Candi Bajang Ratu. Cagar budaya yang terletak di Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto ini tak banyak didatangi wisatawan.

Dibuka sejak awal Agustus lalu, hingga kini wisata ini hanya menjadi jujugan segelintir orang saja. Per hari, lokasi wisata ini hanya didatangi sekitar 15 orang saja. Samsul Hadi, juru pelihara Candi Bajang Ratu, mengatakan, jumlah pengunjung cagar budaya ini mengalami penurunan drastis.

’’Kalau sebelum pandemi yang jelas cukup banyak. Pas pandemi ini pengunjungnya sangat berkurang. Pengunjungnya sekarang nggak sampai 50 persen. Yang pasti pengunjung rombongan dari sekolah, kampus, kan jumlahnya banyak, sekarang tidak ada sama sekali,” ungkap Samsul.

Penurunan jumlah pengunjung disebabkan munculnya Covid-19. Wisatawan khawatir berkerumun dan memilih menghindari penularan virus asal Wuhan tersebut. ’’Sepinya ya mungkin karena Covid ini. Kan kalau banyak kerumunan jadi takut tertular. Terus mengikuti himbauan pemerintah juga tidak boleh berkerumun banyak orang,” tambahnya.

Candi Bajang Ratu menjadi salah satu destinasi yang diincar wisatawan. Pengunjung dari luar daerah banyak yang memilih tempat ini sebagai salah satu tujuan wisata.

’’Banyak pengunjung. Cuma akhir-akhir ini kebanyakan pribadi dan keluarga. Sudah ada yang dari luar kota seperti Sidoarjo dan Surabaya. Tapi sebelum pandemi itu banyak juga yang dari Jakarta. Sekarang lebih banyak yang lokalan,” paparnya.

Selama dibuka sejak sebulan silam, jam kunjung untuk wisatawan Candi Bajang Ratu dipangkas. Dan, penerapan tiket masuk belum diberlakukan.

’’Dulu ada tiket masuk untuk dewasa Rp 3 ribu, anak-anak Rp 1.500. Namun sekarang masih tidak diberlakukan. Terus sebelum pandemi dibuka dari jam setengah delapan sampai jam empat sore, sekarang cuma sampai jam tiga” terang Samsul.

Sepinya obyek wisata ini juga tak luput dari dihapusnya berbagai kegiatan yang kerap digelar di lokasi ini. Seperti ritual adat dan keagamaan. Segala hal yang mengundang kerumunan massa sementara tidak dilaksanakan oleh pihak pengelola Candi Bajang Ratu.

Candi Bajang Ratu banyak dituju karena tempatnya yang asri dan strategis. Situs cagar budaya berupa penggalan gapura yang belum usai ini memiliki banyak cerita yang menarik. Bukan dari segi sejarah saja, setiap sudut dan relief candi terdapat cerita unik masing-masing.

Pengelola yang tetap menjaga keasriannya membuat Candi Bajang Ratu tetap bersih meskipun lama ditutup karena pandemi. Dengan demikian, ketika Candi Bajang Ratu mulai dibuka kembali, keadaannya tetap sama seperti sebelumnya.

’’Semuanya yang bekerja disini menjaga kebersihan Candi. Kalau ada pengunjung juga tetap menjelaskan sejarahnya,” pungkasnya. (yas/ron)

(mj/ron/ris/JPR)

 TOP