alexametrics
Jumat, 23 Oct 2020
radarmojokerto
Home > Mojokerto
icon featured
Mojokerto

Sepekan Tak Diambil, Bantuan Langsung Dihapus

29 September 2020, 08: 35: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Jawa Pos Radar Mojokerto

DISALURKAN: KPM mengambil paket bansos sembako di Kelurahan Miji, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, Senin (28/9). (sofankurniawan/radarmojokerto.id)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Bantuan sosial (bansos) sembako bagi warga terdampak Covid-19 di Kota Mojokerto disalurkan secara serentak Senin (28/9). Namun, puluhan paket berisi lima jenis bahan pangan itu terancam akan ditarik kembali lantaran tidak diambil oleh keluarga penerima manfaat (KPM).

Seperti yang terjadi pada penyaluran bansos sembako tahap IV di Kantor Kelurahan Miji, Kecamatan Kranggan, Senin (28/9). Total ada 698 KPM yang terdaftar untuk melakukan pengambilan bantuan. Namun, hingga ditutup kemarin, hanya 603 paket yang telah diambil. ’’Ada 95 belum ambil,’’ terang Lurah Miji Chalimi.

Pihaknya belum mengetahui penyebab banyaknya warga yang belum mengambil bantuan. Padahal, kata dia, seluruh KPM telah diundang untuk mengambil bantuan sembako yang kini senilai Rp 150 ribu per bulan itu. Terlebih pengambilan bansos hanya dijadwalkan dalam waktu sehari saja.

Kendati demikian, Chalimi memberi kesempatan hingga seminggu ke depan untuk mendistribusikan paket bantuan tersebut. ’’Nanti kami kontaki langsung melalui RT masing-masing. Kita pastikan agar semuanya tedistribusi,’’ paparnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Mojokerto Heru Setyadi menjelaskan, penyaluran bansos sembako dilakukan secara serentak di 18 kelurahan. Namun, ada beberapa kelurahan yang akan melanjutkan penyaluran pada hari ini. ’’Terutama yang jumlah penerimnya lebih dari 1.000 KPM akan dilanjutkan besok (hari ini),’’ terangnya.

Penyaluran bansos yang bersumber dari APBD ini merupakan hasil penggabungan dari kuota KPM sembako serta penambahan dari eks penerima bantuan langsung tunai (BLT) Pemprov Jatim. Dinsos mencatat, total sasaran penerima bantuan sembako 9.081 KPM.

Namun, pihaknya mengaku belum menerima laporan jumlah KPM yang sudah melakukan pengambilan. Yang jelas, kata Heru, pihaknya bakal melakukan evaluasi pekan depan. Sebab, pihaknya hanya memberikan tempo tujuh hari agar bantuan dicairkan. ’’Kalau sampai tujuh hari tidak ambil, ya hangus. Kita tarik ke dinsos,’’ paparnya.

Heru menyebutkan, paket yang tidak terserap bulan ini bakal digunakan dalam pembagian bansos di bulan berikutnya. Sehingga, pihaknya hanya tinggal menambahkan kekurangan paket melalui Bulog Subdivre II Surabaya Selatan.

Untuk itu, pihaknya memberi waktu sampai dengan pekan pertama Oktober bagi KPM yang belum mengambil haknya. Sekretaris Dinsos Kota Mojokerto ini menyebutkan jika pemberian kesempatan waktu tersebut untuk menangantisipasi ada warga yang berhalangan. ’’Barangkali ada yang luar kota, ada yang sakit, tidak bisa datang ke kelurahan. Kecuali pindah alamat, langsung kita coret,’’ imbuhnya.

Dalam satu paket bantuan yang diperuntukkan bagi warga terdampak Covid-19 kali ini tetep terdiri dari lima jenis bahan pokok. Namun, porsi dari sejumlah komoditas terpaksa harus dikurangi dari tahap penerimaan di periode sebelumnya.

Antara lain, beras yang sebelumnya dijatah 15 kilogram, kini dikurangi menjadi 10 kilogram. Selain itu, minyak goreng yang semula 2 liter juga dipangkas menjadi 1 liter. Pun demikian dengan mi instan yang sekarang diplot 4 bungkus dari sebelumnya 10-12 bungkus. Pengurangan cukup signifikan juga terjadi pada jenis sarden dari awalnya diberi 5-6 kaleng turun menjadi hanya 1 kaleng. Hanya gula pasir yang tak berubah dengan porsi 1 kilogram.

(mj/ram/ron/JPR)

 TOP