alexametrics
Jumat, 23 Oct 2020
radarmojokerto
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Bacok Kedua Orang Tua, Dijerat Pasal Percobaan Pembunuhan

29 September 2020, 14: 15: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Jawa Pos Radar Mojokerto

DITAHAN: Penyidik satreskrim Polres Mojokerto menahan tersangka Adi Murdiyanto Hermanto di Mapolres Mojokerto, Senin (28/9). (khudorialiandu/radarmojokerto.id)

MOJOANYAR, Jawa Pos Radar Mojokerto – Satreskrim Polres Mojokerto akhirnya menetapkan Adi Murdiyanto Hermanto, 27, sebagai tesangka penganiyaan terhadap kedua orang tuanya, Yasin, 70, dan Muripah, 65, Senin (28/9). Warga Dusun Kuripan, Desa Jumeneng, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, ini bahkan terancam pasal berlapis karena tega membacok pasangan suami-istri (pasutri) lansia yang kini masih menjalani perawatan intensif di RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto, lantaran luka yang diderita cukup parah.

Keduanya mengalami luka pada leher, pipi, hingga dada, setelah dibacok secara membabibuta penjual bubur seruntul tersebut. ’’Statusnya sudah kami tetapkan sebagai tersangka. Setelah kita lakukan pemeriksaan intensif 1x24 jam, tersangka juga langsung kita tahan di polres,’’ ungkap Kasatreskrim Polres Mojokerto AKP Rifaldhy Hangga Putra.

Kini, status anak ketiga dari tiga bersaudara ini dijerat pasal berlapis. Antara lain, pasal 338 KUHP juncto pasal 53 ayat 1 KUHP terkait percobaan pembunuhan dan pasal 44 ayat 2 UU RI Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT). ’’Dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara,’’ tegasnya.

Setelah dilakukan penangkapan pada Sabtu malam (26/9), hingga kini penyidik sudah melakukan pemeriksaan sekitar 10 orang saksi. Termasuk tetangga, keluarga, hingga tersangka sendiri. Dari serangkaian pemeriksaan tersangka, penyidik meyakini jika Adi tidak ada gejala gangguan jiwa. Selain tidak ada surat menunjukkan riwayat tersebut, dalam proses pemeriksaan Adi juga komunikatif. Dia bisa menjawab dengan baik. ’’Yang bersangkutan mengakui perbuatannya. Kemudian tahu apa yang dilakukan, dia juga menyesali perbuatannya. Tindakan yang dilakukan itu karena emosional, tidak ada perencanaan sebelumnya, hanya spontan saja,’’ jelas Rifaldhy.

Sebagai barang bukti, petugas juga sudah menyita seprai, kayu, hingga pisau dapur, yang dipakai pelaku membacok orang tuanya yang sedang sedang tidur pulas di ruang tamu. Sesuai keterangan tersangka dan saksi, motifnya pun jelas. Hasil pendalaman dari serangkaian penyelidikan, lanjut Rifaldhy, penyidik menyimpulkan jika tersangka ini emosional. Ada kekesalan terhadap orang tuanya. Kekesalannya ini dipicu karena Adi yang awalnya bekerja sebagai tukang bubur sruntul keliling tidak diizinkan orang tuanya untuk bekerja di pabrik kayu di Sidoarjo.

’’Ini yang menjadi permasalahan munculnya emosi, kemudian tersangka ini akhirnya melakukan penganiayaan terhadap kedua orang tuanya. Kita dapat menyimpulkan itulah yang menjadi motif penganiyaan. Termasuk dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka,’’ papar Rifaldhy.

Apalagi, di mata keluarganya, Adi juga dikenal sebagai sosok yang manja. Yakni karakter kebanyakan anak terakhir atau anak bungsu. Sehingga, dalam kesehariannya, sebelumnya dia juga kerap melakukan kekerasan terhadap orang tuanya saat keinginannya tidak terpenuhi. ’’Anak ini cukup dimanja. Apa yang dimau anak ini biasanya harus dituruti,’’ katanya.

Kendati begitu, pemeriksaan tes narkoba juga akan menjadi agenda penyidik. Baik melalui urine, darah, ataupun rambut pelaku. Hal itu untuk memastikan ada kandungan zat adiktif dalam tubuh pelaku atau tidak. Sekaligus untuk menjawab desas desus dari masyarakat jika insiden berdarah ini diduga dipicu kecanduan barang haram.

Insiden berdarah tersebut dilaporkan langsung masyarakat pada Sabtu (26/9) malam sekitar pukul 21.00 WIB ke Polsek Mojoanyar yang dilanjutkan ke Polres Mojokerto untuk mengamankan pelaku. Rifaldhy yang juga ikut turun ke TKP mengaku melihat ceceran darah di mana-mana. Mulai di dinding, kasur, lantai, dan di luar pintu. Tak urung, selain mengamankan pelaku, sejumlah alat bukti juga turut disita petugas saat olah tempat kejadian perkara. Meliputi, seprai bantal, dan kayu dengan bercak darah, serta pisau dapur yang dipakai pelaku menyayat kedua orang tuanya. 

(mj/ori/ron/JPR)

 TOP