alexametrics
Jumat, 23 Oct 2020
radarmojokerto
Home > Mojokerto
icon featured
Mojokerto

Wali Murid Positif, Sekolah Online Kembali Diberlakukan

29 September 2020, 12: 05: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Jawa Pos Radar Mojokerto

SEPI: Gerbang SMKN 1 Pungging Kabupaten Mojoketro tampak sepi setelah dihentikan sementara uji coba pembelajaran tatap muka. (Rizalamrullah/radarmojokerto.id)

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – SMKN 1 Pungging meniadakan kegiatan uji coba pembelajaran tatap muka. Itu menyusul terdapat tiga orang tua peserta didik yang terindikasi terpapar Covid-19. Akibatnya, seluruh kegiatan belajar mengajar (KBM) kembali dilaksanakan secara dalam jaringan (daring) penuh.

Waka Humas SMKN 1 Pungging Ashabul Yamin menjelaskan, penghentian sementara uji coba pembelajaran tatap muka terbatas telah dilakukan sejak pekan kemarin. Rencananya, peniadaan KBM secara langsung tersebut dilakukan selama dua minggu. ’’Jadi sampai akhir pekan ini semuanya kita buat daring,’’ terangnya.

Tidak hanya pembelajaran di dalam kelas, kegiatan praktikum dari 8 jurusan juga terpaksa ditunda pelaksanaannya. Termasuk seluruh tenaga pendidik dan kependidikan yang juga diterapkan work from home (WFH) atau bekerja dari rumah.

Ashabul Yamin menyatakan, kebijakan itu dilakukan menyusul pihak sekolah yang mendapatkan laporan jika terdapat sejumlah wali murid yang terinfeksi virus korona. Sehingga, pihaknya melakukan antisipasi untuk menghindari penyebaran di lingkungan sekolah. ’’Ada informasi kalau ada tiga wali murid yang positif (Covid-19). Sebagai antisipasi, akhirnya kita buat daring selama dua minggu,’’ paparnya.

Menurutnya, wali murid tersebut merupakan orang tua dari siswa di jurusan multimedia, jurusan teknik las, serta teknik permesinan. Dia menyebutkan, jika ketiganya tidak memiliki riwayat ke SMKN 1 Pungging. Namun, langkah untuk menghentikan pembelajaran tatap muka hanya untuk memastikan agar tidak terjadi penyebaran di satuan pendidikan.

Di samping itu, kata Ashabul, ketiga siswa dari wali murid yang terpapar juga langsung menjalani isolasi ketika orang tuanya dinyatakan positif Covid-19. ’’Jadi belum ada yang sampai datang ke sekolah, tapi kan kita jaga-jaga,’’ paparnya.

Sebelumnya, SMKN 1 Pungging merupakan salah satu lembaga di wilayah Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Provinsi Wilayah Kabupaten dan Kota Mojokerto yang menerapkan uji coba pembelajaran tatap muka. Dari total 1.906 siswa yang tersebar di 57 kelas, pihak sekolah menjadwalkan kehadiran siswa secara bergiliran.

Selama berlangsungnya KBM, juga diterapkan protokol kesehatan yang ketat. Setiap siswa diwajibkan melewati bilik disinfektan sebelum masuk ke lingkungan sekolah. Selain mengharuskan memakai masker, kelas juga hanya diisi maksimal separo dari kapasitas rombongan belajar (rombel). ’’Penyemprotan disiinfektan secara periodik kita lakukan. Jadi, walaupun tidak ad kejadian seperti itu, tetap kita semprot di ruangan-ruangan,’’ imbunya.

Ashabul menambahkan, penghentian sementara KBM secara tatap muka bakal berakhir minggu ini. Namun, tidak menutup kemungkinan akan dilakukan perpanjangan apabila terjadi kondisi. ’’Telah diputuskan hanya dua minggu, tapi kalau memang nanti diperpanjang berarti kita buat edaran lagi. Jadi sambil menunggu perkembangan,’’ pungkasnya. 

(mj/ram/ron/JPR)

 TOP