alexametrics
Jumat, 23 Oct 2020
radarmojokerto
Home > Sambel Wader
icon featured
Sambel Wader
dr Sihwati Wilujeng

Dokter Sepanjang Hayat

28 September 2020, 19: 12: 35 WIB | editor : Mochamad Chariris

dr. Hj. Sihwati Wilujeng, M.KES bersama keluarga.

dr. Hj. Sihwati Wilujeng, M.KES bersama keluarga. (Dokumen Sihwati Wilujeng for Radar Mojokerto)

Sihwati Wilujeng, seorang dokter umum, bangga dengan profesi yang dijalani sekarang. Profesi ini dinilai sangat humanis, dan dapat menuntun menuju pribadi yang bertakwa. Dimana pekerjaan seorang dokter seolah-olah berdiri di atas batas antara surga dan neraka.

DENGAN berbagai pengalaman, mulai sebagai dokter PTT (pegawai tidak tetap), dokter praktik pribadi, direktur rumah sakit swasta pertama di wilayah Mojosari, Mojokerto, hingga menjadi direktur sebuah perguruan tinggi (PT) swasta bidang kesehatan.

Titian karir itu kian memantapkan dirinya untuk memilih menjadi dokter non-PNS. Meskipun saat itu peluang untuk menjadi PNS masih cukup besar. Alasan utama pilihan ini adalah agar selalu dekat dengan anak-anak dan keluarga. Mengingat, suami sebagai anggota Polri sering ditugaskan keluar kota.

Ditengah-tengah profesi yang menuntut dedikasi tingga dan kerja keras, Sihwati tidak ingin meninggalkan fitrahnya sebagai ibu rumah tangga. Oleh karena itu, dia selalu memegang prinsip pekerjaan jangan sampai mengganggu rumah tangga.

”Dan rumah tangga jangan sampai mengganggu pekerjaan,” imbuh perempuan kelahiran Malang, 25 November 1968 ini.

Dari prinsip itu membuat komitmen Sihwati untuk bekerja tidak sampai jauh dari rumah. Berawal dari praktik mandiri di rumah sembari mengasuh ketiga buah hatinya, kini berkembang menjadi sebuah balai pengobatan/rumah bersalin.

Hingga akhirnya menjadi sebuah rumah sakit. Hal ini selalu ia jalanidengan tetap menjaga keselarasan dan keseimbangan, antara keluarga, pekerjaan, dan hubungan sosial kemasyarakatan.

Semua dilakoninya Dusun Ngijingan, Desa Purowojati, Kecamatan.Ngoro, Kabupaten Mojokerto ini dengan satu tujuan, yaitu agar senantiasa mendapatkan rida Allah SWT. Hal ini sesuai dengan motto hidupnya ”Hidupku Ibadahku”.

Dengan tuntunan sebagaimana yang diajarkan Nabi Muhammad SAW, Yakni ”Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi yang lain”. Keyakinannya bahwa kebaikan untuk siapa saja dan dapat dilakukan oleh siapa saja, dimana keluarga, harta dan jabatan yang dimiliki hanyalah titipan yang harus dikelola sesuai tuntunan-Nya.

Sehingga membuatnya selalu membangun motivasi kepada seluruh tim rumah sakit, sejawat, serta masyarakat yang lain. Dengan berbagi dan saling membangun kemauan dan etos kerja.

Kini Sihwati dan sang suami, Sugiono, dikaruniai tiga orang putra. Anugerah tersebut tentu menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab yang tidak ringan sebagai ibu rumah tangga.

Sehingga hal itu justru menjadi motivasi yang luar biasa untuk tetap menajalankan profesi sebagai dokter sekaligus ibu rumah tangga. (bas)

(mj/ris/ris/JPR)

 TOP