alexametrics
Jumat, 23 Oct 2020
radarmojokerto
Home > Mojokerto
icon featured
Mojokerto

Sekolah Tatap Muka Tetap Jalan

28 September 2020, 14: 35: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Jawa Pos Radar Mojokerto

DALAM KELAS: Pelaksanaan uji coba pembelajaran tatap muka di SMKN 1 Dlanggu, Kabupaten Mojokerto. (sofankurniawan/radarmojokerto.id)

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Wilayah Kabupaten Mojokerto telah berubah status menjadi zona merah atau risiko tinggi penyebaran Covid-19. Namun, perubahan peta risiko tersebut tak menghentikan kegiatan uji coba pembelajaran tatap muka di jenjang SMA, SMK, dan SLB.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Provinsi Wilayah Kota dan Kabupaten Mojokerto Kresna Herlambang menyatakan, pihaknya tetap akan melanjutkan uji coba pembelajaran di tahap kedua ini. Sehingga, hari ini Senin (28/9), sekolah yang telah ditunjuk sebagai pelaksana bakal tetap membuka kegiatan belajar mengajar (KBM) di kelas. ’’Kita masih tetap jalan,’’ terangnya.

Dia beralasan, dari hasil evaluasi cabdindik sejak digulirkannya uji coba pembelajaran tatap muka 18 Agustus lalu, tidak ada kasus Covid-19 yang terjadi di satuan pendidikan. Karena itu, pihaknya tetap memberikan lampu hijau kepada skeolah untuk mendatangkan siswa secara terbatas. ’’Sejauh di satuan pendidikan itu bisa menjalankan protokol kesehatan, insya Allah tidak akan terjadi (kasus Covid-19). Apalagi dengan pola pembatasan itu,’’ tandasnya.

Sebelumnya, uji coba pembelajaran tatap muka berpedoman pada Surat Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa Nomor 420/1135/101.1/2020. Di dalamnya dijelaskan jika KBM dalam kelas hanya dilaksanakan selama dua pekan per 18 Agustus. Pelaksanaannya hanya diterapkan di tiga sekolah dan di daerah yang berstatus non-zona merah.

Namun, terang Herlambang, setelah masa pencanangan berakhir per 1 September, masing-masing daerah dipersilakan untuk menambah sekolah pelaksana uji coba pembelajaran tatap muka. Dari total 132 lembaga di Mojokerto Raya, 61 di antaranya telah ditunjuk menggelar tatap muka secara terbatas. Dari jumlah tersebut, 48 di antaranya kini berada di wilayah zona merah di Kabupaten Mojokerto.

Mantan Kepala Cabdindik Wilayah Probolinggo ini menyatakan, kegiatan pembelajaran hanya akan dihentikan jika terjadi kasus Covid-19. ’’Kami juga telah mengajukan surat permohonan izin untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka dengan skala terbatas ke Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten dan Kota,’’ tandasnya.

Dia menyebutkan, setiap sekolah hanya diperbolehkan menghadirkan siswa tidak lebih dari 25 persen dari jumlah keseluruhan siswa. Di samping itu, setiap kelas juga paling banyak harus diisi separo dari kapasitas rombongan belajar (rombel). Pun demikian dengan waktu pembelajaran dibatasi maksimal 4 jam pelajaran tanpa ada jeda istirahat.

Kendati demikian, kehadiran siswa juga tergantung dari wali murid. Pasalnya, sekolah hanya memperbolehkan siswa yang mengantongi surat pernyataan dari orang tuanya. Sedangkan yang tidak mendapat izin tetap mengikuti pembelajaran secara dalam jaringan (daring). ’’Sementara tetap berjalan dulu. Nanti kalau lockdown lagi masyarakat malah tambah ramai,’’ tandasnya.

Di sisi lain, masing-masing lembaga juga diminta untuk berkomitmen menjaga keselamatan siswa dan tenaga pendidik. Karena itu, pihaknya melarang para guru untuk masuk jika mengalami gejala sakit apa pun. ’’Meski belum swab, kalau kondisi sakit tidak boleh dipaksanakan. Guru harus istirahat dulu sampai 14 hari sesuai standar isolasi mandiri,’’ pungkasnya.

(mj/ram/ron/JPR)

 TOP