alexametrics
Jumat, 23 Oct 2020
radarmojokerto
Home > Journey
icon featured
Journey

Pemkab Sisipkan Bantuan Keuangan untuk Poles Wisata Desa

22 September 2020, 14: 30: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Area ruang terbuka hijau (RTH) Taman Ghanjaran di Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas menjadi percontohan sarana prasarana objek wisata yang dibangun melalui BK desa.

Area ruang terbuka hijau (RTH) Taman Ghanjaran di Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas menjadi percontohan sarana prasarana objek wisata yang dibangun melalui BK desa. (Dok Jawa Pos Radar Mojokerto)

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto - Pembangunan infrastruktur melalui program bantuan keuangan (BK) desa terus digelontorkan. Beberapa bantuan yang diberikan kepada pemerintah desa berorientasi untuk pengembangan wisata pedesaan.

Pola pembangunan demikian ini tak lepas dari raihan positif program serupa sebelumnya. Ditunjukkan melalui pembangunan infrastruktur berupa pembangunan sarana prasarana wisata di desa-desa.

Satu di antaranya adalah Taman Ghanjaran di Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. BK berupa pembangunan infrastruktur bagi pariwisata desa buktinya dapat  memicu geliat ekonomi setempat.

Menyusul, potensi desa berupa pariwisata kian terangkat setelah dilengkapi sarana prasaran yang mumpuni. Alhasil, kondisi itu dapat mengerek perekonomian masyarakat sekitar. Kondisi itu pula menjadi salah satu alasan pemberian bantuan keuangan (BK) desa ke kalangan desa-desa yang memiliki potensi wisata.

Tahun depan, diperkirakan pemberian kucuran anggaran dari APBD kabupaten kembali digulirkan menyasar desa di kawasan pariwisata, macam Kecamatan Trawas, Pacet, hingga Trowulan.

’’Setiap tahun kita pasti ada menyisipkan BK untuk pengembangan wisata desa,’’ ujar Kabag Pembangunan Setdakab Mojokerto Rinaldi Rizal Sabirin. Ia menyebutkan mulai dari Taman Ghanjaran di Trawas, kampung Majapahit di Desa Sentonorejo dan Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan.

Serta di Desa Begaganlimo, Kecamatan Gondang, berupa infrastruktur menuju kawasan wisata Akar Seribu.  Selain itu, ada pembangunan kawasan wisata kampung organik di Brenjonk Kecamatan Trawas, Lembah Bencirang, dan pasar wisata Desa Petak, Kecamatan Pacet.

’’Sampai pujasera di Pacet dan masih banyak lagi,’’ imbuh dia. Ke depan, pemkab ingin memunculkan banyak desa mandiri. Salah satunya melalui pembangunan wisata desa bermodal dana BK desa.

Sehingga desa mampu mengoptimalkan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk memperolah pendapatan asli desa (PADes). Pihaknya menilai, idealnya dalam satu kecamatan memiliki satu tempat ruang terbuka hijau (RTH) publik seperti Taman Ghanjaran di Trawas.

Pihaknya mengaku masih terus mencari lokasi yang cocok. ’’Insya Allah di tahun 2021 akan ada beberapa wisata desa yang dibangun melalui BK desa. Dan, kami sudah mulai memetakan wisata desa yang potensial digarap tahun 2022 mendatang,’’ tandasnya. 

(mj/fen/ris/JPR)

 TOP