alexametrics
Jumat, 23 Oct 2020
radarmojokerto
Home > Sambel Wader
icon featured
Sambel Wader
Reyhan Rosadi

Gerakkan Pemuda, Manfaatkan Potensi Desa

21 September 2020, 21: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Reyhan Rosadi di ruang kerjanya.

Reyhan Rosadi di ruang kerjanya. (Khudori Aliandu/Radar Mojokerto)

Sukses meniti karir di usia muda tak semudah membalikkan telapak tangan. Berbagai tantangan sudah pasti pernah menghampiri. Seperti yang dialami Reyhan Rosadi.

Pria 30 tahun yang bekerja di PT Sumber Cipta Multiniaga, menjabat marketing officer branch promotion coordinator. Tentu, tidak serta merta didapatnya dengan gampang.

DI tengah tantangan dan persaingan leader-leader lain yang tentunya sama-sama memiliki skill mumpuni membuat dirinya terus bekerja keras dan lebih inovatif.

”Justru saya hanya bekerja dengan jujur, loyal, dan tekun menjalankan pekerjaan. Selebihnya saya serahkan kepada pimpinan,’’ ungkap pria kelahiran Jombang tahun 1990 ini.

Sifat rendah hati membuatnya juga tak pernah puas dengan capaian saat ini. Membawai 42 orang di perusahaan, pemuda ini memilih mengambil peran di tengah masyarakat.

Dia pun turut menguatkan sekaligus memulihkan keterpurukan ekonomi. Berbagai kegiatan sosial dilakukan. Mulai berbagi sembako hingga bagi-bagi masker.

’’Prinsipnya, menjadi milenial harus bermanfaat bagi masyarakat luas. Generasi muda adalah ujung tombak perubahan,’’ paparnya. Menggandeng karang taruna di tingkat desa, Reyhan lantas membantuk pemuda mandiri dan kreatif di sejumlah desa, serta memberdayakan puluhan komunitas.

”Kita ajari mereka menjadi entrepreneur di desanya,” tegasnya. Misalkan, fokus tentang pengelolaan potensi desa.  Dengan harapan nantinya bisa mendongkrak perekonomian mereka dan masyarakat setempat.

Dia mengaku, aksi ini bergerak lebih pada panggilan hati setelah melihat masyarakat yang belum pada ekonomi mapan. Ditambah masa pandemi, tentunya kondisi ini kian berdampak pada perekonomian masyarakat.

”Saya mendorong betul komunitas dan karang taruna untuk bisa berkontribusi ke masyarakat. Anak-anak muda ini kan sangat populer dan eksis. Sehingga apa salahnya eksistensinya ini dibentuk untuk bisa bermanfaat bagi lingkungan," jelas pria yang kini tinggal di Taman, Sidoarjo ini.

Program Pasar Heppy yang sedang berjalan itu di antaranya ada di Desa Pulorejo, dan Suru, Kecamatan Dawarblandong; Desa Ngembeh, Kecamatan Dlanggu; Desa Petak, Kecamatan Pacet; dan Desa Sawo, Kecamatan Jetis.  Secara kontinyu terus dilakukan.

Implementasinya juga dibuat senyaman dan se-heppy mungkin. Yakni, harus saling menjaga dan memiliki. Sebab, dia menyadari, sukses tidak datang begitu saja.

”Yang menjadi prinsip, kegagalan itu bukan akhir dari segalanya, tapi itu menjadi permulaan dari usaha,” tandasnya. (ori/ris)

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya