alexametrics
Rabu, 16 Jun 2021
radarmojokerto
Home > Mojokerto
icon featured
Mojokerto

Warga Diimbau Tak Pakai Masker Scuba Lagi

19 September 2020, 09: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Kapolresta Mojokerto AKBP Deddy Supriyadi bersama Dandim 0815 Mojokerto Letkol Inf Dwi Mawan Sutanto SH, dan Kasatpol PP Kota Mojokerto Heryana Dodik Murtono melakukan penyisiran pelanggar protokol kesehatan.

Kapolresta Mojokerto AKBP Deddy Supriyadi bersama Dandim 0815 Mojokerto Letkol Inf Dwi Mawan Sutanto SH, dan Kasatpol PP Kota Mojokerto Heryana Dodik Murtono melakukan penyisiran pelanggar protokol kesehatan. (Khudori Aliandu/Radar Mojokerto)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto - Dilarangnya masker scuba dan buff oleh Kemenkes membuat Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Mojokerto gerak cepat.

Tim langsung mulai melakukan sosialisasi. Termasuk dilakukan bersamaan operasi yustisi protokol kesehatan (prokes) kemarin. Petugas sekaligus mengedukasi masyarakat agar tidak lagi memakai masker berbahan tipis tersebut.

Sosialisasi dilakukan di sejumlah lokasi di wilayah hukum Polresta Mojokerto kemarin (18/9). ’’Memang beberapa waktu lalu, ada imbauan dari Jubir Covid-19 Satuan Tugas Pusat dikatakan jika masker scuba dan buff tidak dibenarkan untuk digunakan,’’ ungkap Kapolresta Mojokerto AKBP Deddy Supriyadi.

Baca juga: Dari Gus Baha hingga Gedung Peninggalan Belanda

Untuk itu, dalam upaya mengubah pola penggunaan masker di tengah masyakat, tim Satgas Covid-19 di Kota Mojokerto gencar sosialisasi. Baik di perumahan, pasar burung, Terminal Kertajaya, dan di Jalan Gajah Mada.

’’Sehingga kami tadi sekaligus menyosialisasikan kepada masyarakat yang ditemukan menggunakan masker scuba agar tidak dipakai lagi,’’ tegasnya. Dikatakan Deddy, pemakaian scuba atau buff ini memang dinilai masih rentan terhadap paparan Covid-19. ’’Karena bahan scuba dan buff ini tergolong tipis,’’ tambahnya.

Di tengah kasus Covid-19 yang masih menunjukkan peningkatan, pendisiplinan masyarakat juga terus dilakukan. ’’Total, ada sekitar 40 pelanggar protokol kesehatan tidak memakai masker kami jaring,’’ ujarnya.

Meskipun tiap harinya jumlah pelanggar menurun, tetapi pihaknya akan rutin menggelar operasi yustisi. Setidaknya dilakukan sehari dua kali. Baik pagi maupun malam hari secara acak. ’’Artinya kami berharap ke depan masyarakat semakin sadar,’’ tuturnya.

Deddy menegaskan, saat ini kesadaran masyarakat untuk memakai masker dalam melakukan aktivitas kesehariannya mulai meningkat seiring sanksi denda dilakukan. Yakni, minimal Rp 25 ribu berdasarkan Perda Provinsi Jatim Nomor 2 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Perda Provinsi Jatim Nomor 1 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ketenteraman dan Ketertiban.

Salah satu pelanggar, Rianti mengaku, sudah menggunakan masker, tetapi tidak digunakan dengan benar. ’’Di toko lagi kerja. Tadi pakai masker, tapi ditaruh dagu,’’ ungkapnya.

Para pelanggar protokol kesehatan dari sejumlah lokasi tersebut langsung menjalani sidang di tempat di GOR Seni Mojopahit, Kota Mojokerto. Setelah menjalani sidang, pelanggar protokol kesehatan tersebut diberikan masker petugas dan diimbau untuk selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. (ori/abi)

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya