alexametrics
Jumat, 23 Oct 2020
radarmojokerto
Home > Sportainment
icon featured
Sportainment

Buntut Sentralisasi, Wall Climb Bakal Digusur

18 September 2020, 09: 50: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Jawa Pos Radar Mojokerto

TAK REPRESENTATIF: Climber Kabupaten Mojokerto menjelajahi wall climb di komplek kantor Disparpora saat latihan rutin akhir pekan lalu. (farismarohmawan/radarmojokerto.com)

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Perombakan atas pembinaan olahraga di Kabupaten Mojokerto tak hanya menyasar program kerja dan aktivitas latihan rutin sudah dijalani atlet selama ini. Fasilitas serta sarana dan prasarana latihan yang sudah dimiliki masing-masing cabor pun juga turut dirombak. Kali ini, cabor panjat tebing pun terimbas perombakan atas wacana sentralisasi olahraga.

Wall climb yang berdiri di komplek kantor Disparpora diminta dipindahkan ke komplek stadion Gajah Mada Mojosari. Permintaan pemindahan itu dimaksudkan agar aktivitas olahraga adventure ini bisa terfasilitasi dengan ruang yang representatif.

Sehingga climber bisa memanfaatkan wall climb tanpa harus terganggu aktivitas lainnya. ’’Sebenarnya sudah diminta pindah sejak bulan lalu. Cuma kami masih memetakan letak yang pas,’’ tutur Ketua Umum Pengkab FPTI Mojokerto, Agung Nugroho Seto.

Agung tak keberatan jika pusat latihan atlet harus dipindah ke Mojosari. Menurutnya, panjat tebing memang butuh ruang yang lebih luas agar atlet bisa leluasa saat latihan. Selama ini, lokasi wall climb di komplek Disparpora diakuinya belum cukup melegakan climber karena sempitnya lokasi. ’’Kalau memang ada lahan yang lebih luas tidak ada masalah. Kami justru lebih senang,’’ tandasnya.

Hanya saja, sampai saat ini Agung mengaku masih bingung dengan wacana pemindahan tersebut. Selain belum ada kejelasan lahan yang akan didirikan wall climb, biaya yang diajukan untuk pemindahan juga belum tersedia.

KONI sebagai induk cabor pun masih menghitung total anggaran yang dikeluarkan untuk pemindahan sekaligus pembenahan wall climb. Mengingat hibah KONI semakin menipis setelah dipangkas untuk penanganan Covid-19 Mei lalu. ’’Biar KONI yang mengkalkulasi pengeluarannya. Tidak sekedar dipindah, tapi juga harus dibenahi karena beberapa sisi wall ada yang rusak,’’ tandasnya.

Selain alasan kelayakan, pemindahan juga tak lepas dari wacana sentralisasi olahraga berprestasi. Yang semuanya akan dipusatkan di komplek Stadion Gajah Mada Mojosari.

Sentralisasi itu agar koordinasi latihan antar atlet bisa terjalin aktif. Sehingga program pengembangan latihan bisa terfokus dalam upaya merebut prestasi lebih banyak lagi. ’’Katanya sih untuk sentralisasi olahraga. Seperti sport center di kota-kota besar,’’ pungkanya.

(mj/far/ron/JPR)

 TOP