alexametrics
Jumat, 23 Oct 2020
radarmojokerto
Home > Politik
icon featured
Politik

Pendaftaran Pilbup Dibuka, Syarat Bapaslon Harus Lengkap dan Sah

04 September 2020, 06: 30: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

KPU menyiapkan tenda di luar gedung untuk mengantisipasi membludaknya massa pendukung.

KPU menyiapkan tenda di luar gedung untuk mengantisipasi membludaknya massa pendukung. (Sofan Kurniawan/Radar Mojokerto)

SOOKO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pendaftaran pasangan bakal calon (bapaslon) bupati dan wakil bupati di Pilkada Mojokerto 2020 hari ini menjadi atensi besar KPU dan aparat keamanan.

Sebanyak 300 personel diterjunkan langsung untuk mengawal proses pendaftaran yang berjalan hingga Minggu (6/9) lusa. Selain demi menjaga ketertiban, ratusan aparat juga bertugas mengawasi potensi kerumunan massa selama proses pendaftaran di kantor KPU tersebut.

Siap siaga tersebut mengingat masa pandemi Covid-19 di Bumi Majapahit yang belum mereda. Komisioner KPU Kabupaten Mojokerto Achmad Arif mengakui, protokol kesehatan ketat tak bisa dipisahkan selama mekanisme pendaftaran paslon berjalan.

Hal ini sesuai dengan perintah PKPU Nomor 6 Tahun 2020 yang diubah dalam PKPU 10 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Serentak Lanjutan dalam Kondisi Bencana Nonalam Covid-19.

Selain bapaslon, pembatasan dan penerapan protokol kesehatan juga wajib dikenakan bagi parpol pengusung dan tim pemenangan atau liaison officer (LO) yang mendampingi. Nah, untuk mengoptimalkan aturan tersebut, KPU telah berkoordinasi dengan TNI/Polri untuk ikut menjaga ketertiban terhadap jalannya pendaftaran.

Mengingat, potensi kedatangan simpatisan dan pendukung bapaslon dalam jumlah besar sangat tinggi. ’’Sebagian dari format simulasi yang sudah kami buat ditekankan pada poin-poin secara garis besar untuk pimpinan partai politik. Ada 300 personel TNI/Polri yang disiagakan, 100 personel TNI dan 200 personel Polri,’’ ungkap Achmad Arif.

KPU tak bisa mengelak dengan pembatasan jumlah pendukung bapaslon untuk datang ke KPU di Desa/Kecamatan Sooko. Yakni, maksimal hanya dua orang di masing-masing rombongan. Mulai dari bapaslon, parpol pengusung, dan LO yang berhak masuk ke gedung KPU di Jalan R.A.A.K tersebut.

Atau 8 orang untuk bapaslon Yoko Priyono-Choirunisa (Yoni), 10 orang untuk Pungkasiadi-Titik Masudah (Puti), dan 16 orang untuk Ikfina Fahmawati-Muhammad Al Barra (Ikbar). Namun demikian, KPU tetap memberikan keleluasaan bagi pengiring bapaslon hadir meski tetap dengan batasan. Yakni, akan disediakan di tenda luar kantor dengan kapasitas maksimal 25 orang.

Di sana, mereka bisa melihat proses penerimaan pendaftaran lewat layar monitor yang disediakan. ’’Tujuannya agar dapat menyaksikan secara langsung proses pendaftaran tersebut,’’ tegasnya.

Untuk proses pendaftaran sendiri, KPU sudah mengingatkan parpol dan tim pemenangan agar menyiapkan dua jenis dokumen syarat pencalonan dan calon yang disertakan. Keduanya harus lengkap saat melakukan pendaftaran.

Khususnya syarat pencalonan mulai dari dokumen form model B1-KWK (formulir dukungan) dari partai pengusung, form model B-KWK (formulir pencalonan), dan SK yang ketiganya harus ada lengkap dan absah (asli dan salinan). ’’Materi penelitian harus lengkap dan sah sesuai aslinya,’’ tandasnya.

(mj/far/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya