alexametrics
Rabu, 30 Sep 2020
radarmojokerto
Home > Mojokerto
icon featured
Mojokerto

14 Karyawan PT WOM Finance Di-PHK

14 Agustus 2020, 07: 55: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Jawa Pos Radar Mojokerto

Buruh yang tergabung dalam FSRP melakukan orasi di depan kantor PT WOM Finance, Jalan Majaphit, Kecamatan Kranggan, Kamis (13/8). (khudorialiandu/radarmojokerto.id)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Belasan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Rakyat Pekerja (FSRP) mendatangi kantor PT Wahana Ottomitra Multiartha (WOM) Finance di Jalan Majaphit, Kelurahan/Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, Kamis (13/8).

Aksi yang kesekian kali ini sebagai bentuk protes mereka atas pemutusan kerja secara sepihak. Menggunakan pengeras suara, mereka melakukan orasi di depan kantor pembiayaan tersebut. Dijaga ketat kepolisian, mereka meminta WOM Finance memenuhi haknya sebagai pekerja yang sudah diatur dalam UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

’’Kami ini karyawan WOM. Kami bekerja di WOM sudah beberapa tahun. Tapi, kenapa hak kami tidak dipenuhi,’’ teriak seorang pekerja di tengah orasi. Koordinator Aksi Toha Maksum menyatakan, aksi ini tak lain sebagai protes karyawan yang diputus kerja secara sepihak.

Dia menyebutkan, sejauh ini PT WOM Finance juga tidak ada etika baik untuk menyelesaikan persoalan yang terjadi. Yakni, antara pekerja dengan pihak manajemen. ’’Pihak perusahaan sama sekali tidak memberikan kejelasan nasib 14 karyawan yang diberhentikan sejak bulan Mei ini,’’ ungkapnya.

Padahal, lanjut dia, dalam undang-undang dijelaskan, jika memang di-PHK perusahaan harus memberikan pesangon sesuai aturan. Sedangkan jika tidak di-PHK, apa yang menjadi hak mereka juga harus diberikan. ’’Kalau sekadar dirumahkan, sesuai UU ya diberikan upah sesuai aturan,’’ tambahnya.

Sehingga untuk kepentingan aksi Kamis (13/8), tak lain agar perusahan memberikan kejelasan atas nasib 14 karyawan yang sebelumnya diberhentikan sejak tiga bulan lalu. ’’Kalau memang di-PHK, ya silakan diberi pesangon,’’ tegasnya lagi.

Menurutnya, semua prosedur sudah dilalui para pekerja. Baik di tingkat kota maupun provinsi. Namun, sejauh ini, status para pekerja ini masih menggantung. Kata dia, hasil mediasi pertama di Diskopnaker Kota Mojokerto, diskopnaker menyampaikan jika sesuai fakta di lapangan para pekerja yang diberhentikan ini adalah karyawan PT WOM Finance.

Sehingga selama belum ada proses kejelasan penyelesaian yang sah, kedua belah pihak harus menjalankan kewajiban masing-masing. ’’Buruh ya bekerja, perusahaan ya memberikan upah, dan lain sebagainya. Tapi, sampai saat ini kejelasan dari WOM belum ada,’’ tuturnya.

Hingga kini, 14 pekerja seakan ditelantarkan. Saat itu, kata Maksum, perusahaan sekadar menyampaikan jika pera hari itu, para karyawan tidak boleh masuk kerja. ’’Hanya itu saja. Itu secara bergelombang. 5 orang, 7 orang, sampai akhirnya ada 14 pekerja. Secara tertulis juga tidak ada,’’ tuturnya.

Padahal, jika diketahui, para buruh ini banyak yang sudah bekerja di atas lima tahun. ’’Ada yang 11, 12, dan 13 tahun. Paling sedikit 4 tahun. Ini kemudian yang menjadi polemik. Padahal sesuai UU, jika di-PHK ya harus dierikan pesangon,’’ tegasnya.

Sesuai UU Ketenagakerjaan, para pekerja mengancam akan melakukan aksi mogok kerja. Mereka akan mendirikan tenda di depan kantor sebagai bentuk protes.’’Kenapa ada mogok kerja? Karena ada perselisihan yang tidak selesai. Kita akan membuat tenda di depan perusahaan sampai tuntutan kita dipenuhi,’’ tutur Maksum.

(mj/ron/ori/ron/JPR)

 TOP