alexametrics
Rabu, 30 Sep 2020
radarmojokerto
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Pabrik Bioethanol Jamin Ganti Rugi

14 Agustus 2020, 09: 50: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Jawa Pos Radar Mojokerto

CARI SOLUSI: Perusahan menjalin konsolidasi bersama warga atas kerugian yang ditimbulkan akibat ledakan dan kebakaran di Balai Desa Gempolkrep, Kecamatan Gedeg, Kamis (13/8) malam. (khudorialiandu/radarmojokerto.id)

GEDEG, Jawa Pos Radar Mojokerto – Insiden laka kerja dengan korban satu tewas dan 10 pekerja alami luka bakar yang terjadi di PT Energi Agro Nusantara (Enero) Desa Gempolkrep, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, Senin (10/8) lalu disikapi managemen. Bersama PT Barata Indonesia, selaku kontraktor pengejaan kontruksi, pabrik plat merah ini akan bertanggung jawab penuh atas dampak yang dirasakan warga dan para pekerja yang jadi korban.

Sekitar 57 rumah warga yang alami kerusakan akibat guncangan hebat yang ditimbulkan dari ledakan tangki penampungan bioetanol ini, akan diberikan ganti rugi. Konpensasi ini sudah dibicakan bersama warga tadi malam, di balai desa setempat. ’’Yang jelas, kami bersama pihak ketiga (PT Barata Indonesia) akan bertanggung jawab,’’ ungkap Humas PT Enero, Ariel Hidayat, kemarin.

Hanya saja yang perlu diketahui, status tangki penampung bioetanol dengan  kapasitas 15 ribu liter itu belum milik Pt Enero. Menyusul, belum ada serah terima dari PT Barata Indonesia selaku pengerjaan proyek konstruksi yang dijalin bersama PTPN X. Kebetulan, kontruksi ini juga masih dalam tahap uji coba, sebelum akhirnya diserahkan ke enero. Artinya, status kontruksi dalam laka kerja tersebut, disebutnya secara resmi belum milik enero. ’’Jadi, pihak barata yang bertanggung jawab atas prosesnya,’’ paparnya.

Deputi Projek Meneger PT Barata  Indonesia, Alfana Luthfi, membenarkan perhal tersebut. sejauh ini kontruksi yang dikerjakan CV Agung Jaya Kontruksi, sub kontraktor dari PT Barata Indonesia statsunya masih uji coba. ’’Penyerahan sebenarnya akan dilakukan 17 Agustus nanti. Tapi ternyata, malah ada kejadian itu (laka ekrja),’’ ujarnya.

Yang jelas, Luthfi, penerapan K3 saat pengerjaan berlangsung sudah sangat diperhatikan. Sebab, dalam sisi kontruksi, secara umum sebenarnya sudah siap dioperasikan. Hanya saja, di tengah uji coba tersebut, tidak dipungkiri, sedikit, banyak masih ada kekurangan yang harus disempurnakan, sebelum akhirnya diserah terimakah. Nahasnya, dalam penyempurnaan ini, akhirnya malah terjadi insiden laka kerja tersebut. ’’Pengerjaan sudah safety. Tapi namanya kecelakaan, itu pastinya tetap kita hindari,’’ tuturnya.

Penangann kasus ini, perusahaan menyerahkan sepenuhnya pada kepolisian. Yang jelas, lanjut Luthfi, perusahaan sepenuhnya akan bertanggung jawab. Paska insiden itu, bersama perangkat desa dan Muspika Gedeg, pendataan rumah warga yang terdampak sudah dilakukan. ’’Termasuk untuk ganti rugi, nanti malam (tadi malam red) juga akan kita bicarakan dengan warga terdampak,’’ tuturnya.

’’Kami juga sudah melakukan pertemuan dengan warga. Manageman juga sudah berbelasungkawa, dan memberi santunan dan hal-hal adminstratif terkait hak-hak perkerja,’’ tambah Humas PT Barata Indonesia, Adelia, menegaskan. Meski, pengerjaan ini adalah sub barata, pihaknya tetap bertanggung jawab atas musibah yang terjadi. Di hari yang sama, tim investigasi Barata, didampingi polsek dan perangkat desa, sudah melakukan pendataan terkait kerusakan warga yang terdampak. ’’Pada prinsipnya, kami ikut bertanggung jawab kerugian yang timbul pada warga dan pekerja yang jadi korban,’’ tandasnya.

(mj/ori/ron/JPR)

 TOP