alexametrics
Rabu, 30 Sep 2020
radarmojokerto
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Pengusaha Cokelat Kedaluwarsa Dijerat Lima Pasal

14 Agustus 2020, 08: 25: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Jawa Pos Radar Mojokerto

BERAT: M. Syarief Simatupang, SH, saat membacakan dakwaan secara daring di Aula Kejari Kabupaten Mojokerto, Kamis (13/8) siang. (imronarlado/radarmojokerto.id)

Berita Terkait

SOOKO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pengolah makanan ringan dan cokelat kedaluwarsa, asal Jalan Paris, Seduri, Kecamatan Mojosari, terancam hukuman sangat berat. Menyusul, jaksa menjerat pengusaha ini dengan lima pasal berlapis.

Adalah Purwo Asmorontoko, 52. Kemarin, ia menjalani sidang perdana atas kasus dugaan pengolahan makanan secara ilegal secara daring di Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto atas usahanya yang melakukan pengemasan makanan ringan expired. ’’Ada lima pasal yang kami terapkan di dakwaan terdakwa,’’ ungkap JPU Muhammad Syarief Simatupang, SH.

Kelima pasal yang dijeratkan ke pelaku itu adalah pasal 62 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, pasal 135, pasal 140, pasal 144, dan pasal 142 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan. ’’Ancamannya lima tahun kurungan penjara dan denda Rp 2 miliar,’’ ungkap Syarief.

Ia menceritakan, beratnya dakwaan yang dibaca melalui sidang daring itu, karena Purwo yang menjabat Dirut UD Yovie Snack tersebut telah menggunakan kandungan makanan ringan dan cokelat yang sudah kedaluwarsa dan menjualnya ke masyarakat luas.

Barang racikan Purwo Asmorontoko memang cukup laris di pasangan. Karena, harga sangat terjangkau di kalangan masyarakat bawah. Semisal, untuk jenis cokelat, satu dus dengan isi sebanyak 20 pack, dibanderol Rp 50 ribu-Rp 55 ribu. Sedangkan, pilus untuk satu bal hanya dijual seharga Rp 25 ribu sampai Rp 27.000. Padahal, di pasaran umum, harganya bisa di atas Rp 100 ribu.

Syarief menambahkan, perbuatan terdakwa ini telah merugikan masyarakat luas. Sehingga, terdakwa dijerat dengan pasal berlapis tentang UU Konsumen dan UU Pangan.

Pasca membacakan tuntutan, ketua majelis hakim Asep Koswara, SH, langsung menunda persidangan. Proses sidang akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi.

Sebelumnya diketahui, Polres Mojokerto menggerebek sebuah rumah yang dijadikan sebagai home industry di kawasan Mojosari, 8 Oktober 2019 silam. Rumah itu digunakan sebagai pusat pengolahan camilan dari barang kedaluwarsa jenis cokelat dan pilus.

Cokelat yang diproduksi bermerek Mangkok Cokelat dan pilus dengan merek Camilan Istimewa Cap Kuda Emas Terbang serta Camilan Istimewa Cap Dua Ikan Super Pedas.

Pasca melakukan penggerebekan, polisi langsung melakukan koordinasi dengan Badan POM. Dan awal November 2019, hasil uji hasil laboratorium BPOM Surabaya keluar. Bernomor PP.01.01.1062.11.19.8496, menegaskan bahwa barang yang disita kepolisian dinyatakan tidak memenuhi syarat angka lempeng total. Yakni, jumlah bakteri yang tak sesuai standar. 

(mj/ris/ron/JPR)

 TOP