alexametrics
Rabu, 30 Sep 2020
radarmojokerto
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Foto Kades Dicomot, Dipakai Menipu, Minta Uang hingga Rp 5 Juta

13 Agustus 2020, 14: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Bukti percakapan pelaku melalui chatting aplikasi WhastApp.

Bukti percakapan pelaku melalui chatting aplikasi WhastApp. (Farisma Romawan/Radar Mojokerto)

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Penipuan menggunakan jejaring media sosial (medsos) WhatsApp (WA) dengan modus mencatut nama pejabat kembali mencuat sepekan terakhir.

Kali ini, sejumlah nama kepala desa (kades) di Kabupaten Mojokerto dicatut pelaku dalam menipu sejumlah warga demi meraup pundi-pundi rupiah sebanyak mungkin.

Tak sekadar merayu agar korban sanggup mentransfer sejumlah uang yang diinginkan melalui rekening bank. Pelaku juga cerdik dalam memanfaatkan media sosial lain sebagai alat penipuan.

Yakni, dengan mencomot foto profil yang termuat dalam akun Facebook (FB) masing-masing kades. Pencomotan tersebut ditujukan untuk lebih meyakinkan korban agar segera mentransfer uang seperti yang diminta.

Sama seperti yang dialami pejabat sebelum-sebelumnya. Modus pencatutan nama kades juga dengan alasan peminjaman uang. Dalam chat-­nya yang menggunakan nomor asing itu, pelaku juga menyerang sejumlah kolega dan penduduk di sekitar lingkungan kades.

Dengan menggunakan bahasa Jawa halus di setiap chatting-nya, pelaku berharap korban bisa lebih yakin dan menuruti sesuai perintah yang diinginkan. ’’Kayaknya mereka mendapatkan foto profil lewat akun FB pribadi saya. Padahal, saya nggak pernah pakai foto dan nomor itu di akun WA resmi saya,’’ tutur Achmad Farid Ainul Alwi, Kades Sambiroto, Kecamatan Sooko.

Farid sendiri baru mengetahui namanya dicatut dalam modus penipuan setelah warganya melaporkan capturechatting pelaku, Senin (10/8). Dari laporan itu, ia pun bergegas menyebarkan klarifikasi ke semua warga dan koleganya jika namanya dicatut dalam tindak penipuan.

’’Pelakunya biasa minta uang dengan alasan pinjam sementara. Rata-rata nominalnya antara Rp 1 juta sampai Rp 5 juta. Sebelum saya, sudah ada kades Karang Kedawang, kades Brangkal, dan kades Tempuran yang namanya juga dicatut,’’ tandasnya.

Tidak hanya Farid, modus serupa juga menyerang kades di kecamatan lain. Seperti yang dialami Kades Pesanggrahan, Kecamatan Kutorejo, Mochamad Afif.

Kemarin (12/8) ia dilapori salah seorang koleganya yang mendapat chat WA dari orang tak dikenal mengatasnamakan dirinya. Dalam chat tersebut, Afif seolah meminta uang senilai Rp 4 juta dan segera ditransfer ke rekening bank tertentu.

Dalam chat tersebut, Afif seolah mengatasnamakan rekening orang lain sebagai alibi. Namun, tak lama kemudian, nomor dan nama pemilik tiba-tiba dihapus pelaku untuk menghindari pelacakan. ’’Setelah mencantumkan nomor rekening, selisih 5 menit kemudian, chat-nya dihapus sendiri oleh pelaku,’’ tandasnya. (far/ris)

(mj/far/ris/JPR)

 TOP