alexametrics
Rabu, 30 Sep 2020
radarmojokerto
Home > Mojokerto
icon featured
Mojokerto

Pelangi di Kemarau Basah

13 Agustus 2020, 11: 00: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Jawa Pos Radar Mojokerto

Kemunculan pelangi seusai turun hujan di tengah musim kemarau Rabu (12/8) dinilai BPBD Kabupaten Mojokerto menjadi hal yang biasa terjadi. (sofankurniawan/radarmojokerto.id)

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kemunculan pelangi seusai turun hujan di tengah musim kemarau Rabu (12/8) dinilai BPBD Kabupaten Mojokerto menjadi hal yang biasa terjadi.

Selain dipandang sebagai sesuatu yang wajar, hujan di tengah kemarau saat ini terjadi karena faktor fenomena alam. ’’Memang banyak faktor jadi pemicu terjadinya hujan di musim kemarau,’’ ungkap Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto, M. Zaini, kemarin.

Salah satu karena adanya pusaran angin di barat daya Kalimantan yang berakibat pada terbentuknya konvergensi di Jawa Timur (Jatim). Konvergensi merupakan pertemuan dua massa udara menuju wilayah yang memiliki tekanan udara yang lebih rendah. ’’Sehingga mengakibatkan adanya pertumbuhan awan konvektif penyebab hujan,’’ ujarnya.

Tak hanya itu, terjadinya hujan pada Selasa (11/8) hingga Rabu dini hari (12/8) juga karena terjadi gelombang rossby di laut Jawa pada lapisan 850 mb hingga 200 mb atau batas lapisan bawah. Sehingga menyebabkan atmosfer cukup lembab. Tak urung, hal ini bisa menjadi potensi hujan di wilayah Jawa khusunya Jatim.

Selain itu, slabilitas udara di wilayah Jatim pada 11 Agusutus 2020 terpantau juga tidak stabil. Yakni, beberapa indeks stabilitas atmosfer menunjukkan peluang hujan understrom atau kilat suhu konvektif juga terpantau rendah.

Sehingga mudah terbentuk awan perfektif. ’’Berdasarkan kajian di atas  hujan di wilayah Jatim diperkirakan akan terjadi sampai besok (hari ini),’’ ujarnya.Disisi lain, adanya anomali suhu muka laut yang cenderung lebih hangat dari biasanya di perairan Jawa menjadikan potensi hujan di tengah musim kemarau saat ini menjadi hal yang bisa saja terjadi. ’’Jadi, adanya pelangi itu juga menjadi hal yang wajar pasca hujan, meski itu terjadi di musim kemarau,’’ tegasnya.

(mj/ori/ron/JPR)

 TOP