alexametrics
Rabu, 30 Sep 2020
radarmojokerto
Home > Mojokerto
icon featured
Mojokerto

PLN UP3 Mojokerto Gelar Sosialisasi Bermain Layang-Layang yang Aman

12 Agustus 2020, 13: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Petugas PLN UP3 Mojokerto melakukan sosialisasi dan edukasi dengan langsung mendatangi anak-anak.

Petugas PLN UP3 Mojokerto melakukan sosialisasi dan edukasi dengan langsung mendatangi anak-anak. (Ahmad Basuni for Radar Mojokerto)

PLN UP3 Mojokerto secara serentak melakukan sosialisasi terkait risiko bermain layang-layang dekat jaringan listrik.

Jajaran petugas PLN diterjunkan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mulai dari tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten dan kota, di wilayah UP3 Mojokerto.

Manajer PLN UP3 Mojokerto Puguh Prijandoko mengatakan, kesadaran masyarakat akan bahaya layang-layang masih sangat kurang. Padahal, dampaknya bisa sangat serius dan mengganggu jaringan listrik.

’’Layang-layang beserta benang yang putus jika tersangkut pada jaringan PLN, akan menyebabkan padamnya aliran listrik dan juga berpotensi tersengat aliran listrik,’’ katanya.

Pihaknya tidak melarang bermain layang-layang. Tapi, perlu diingat jika bermain layangan itu harus melihat tempat dan lingkungannya. Mengingat banyaknya kasus layang-layang yang mengenai jaringan listrik, seluruh jajaran  UP3 Mojokerto pun menggiatkan upaya edukasi hingga lingkup terkecil.

Mulai dari sosialisasi melalui sosial media, radio, spanduk, pamflet, hingga edukasi langsung selama beberapa pekan ini di seluruh wilayah UP3 Mojokerto. ’’Sering benang layangan diikat lalu ditinggal, tidak ada angin layangannya turun dan benangnya mengenai jaringan listrik, sehingga menimbulkan padam,’’ ungkapnya.

Saat ini, jelas dia, sering ditemui anak-anak bermain layang-layang di daerah permukiman padat penduduk, dan itu mengganggu masyarakat.

Warga juga sering komplain listrik padam akibat korsleting listrik yang disebabkan layangan. Dan menurut UU Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan, pemadaman listrik akibat aktivitas masyarakat yang mengganggu kelancaran aliran listrik dapat dikenai hukuman pidana maksimal 5 tahun serta denda maksimal Rp 2,5 miliar.

Ia meminta kepada masyarakat yang menerbangkan layangan jangan sampai ditinggal. ’’Yang dikhawatirkan itu korsleting dan terjadi ledakan di permukiman padat penduduk,’’ cetusnya.

Khusus di Mojokerto Raya, selain edukasi langsung kepada masyarakat, PLN juga menggelar audiensi dengan Kejaksaan Negeri dan Polres.

Dalam kesempatan tersebut, Manajer UP3 Mojokerto Puguh meminta dukungan kepada pemerintah setempat untuk menjaga keandalan pasokan listrik dengan menyosialisasikan kepada seluruh warga Mojokerto bahaya bermain layang-layang di dekat jaringan listrik.

’’Upaya-upaya ini terus kami lakukan untuk menjaga keandalan pasokan listrik agar masyarakat bisa merasa nyaman dan tenang dalam beraktivitas tanpa khawatir terjadi padam,’’ ujarnya.

Manajer Bagian Jaringan Faris Fitrianto menyatakan, pihaknya menyiapkan kiat jitu hadapi maraknya layang-layang yang mengenai jaringan listrik.

Pertama, memetakan lokasi bermain layang-layang terbanyak. Kemudian melakukan evaluasi lokasi mana yang sering terjadi gangguan penyulang akibat layang-layang.

’’Setelah itu langsung kita eksekusi inspeksi jaringan, pembersihan sampah jaringan, giatkan penyebaran brosur, talk show radio, sosialisasi langsung, dan pemasangan spanduk. Kami juga memohon dukungan penuh dari seluruh stakeholder untuk mendukung upaya kami ini,’’ kata dia. (bas/abi)

(mj/ris/ris/JPR)

 TOP