alexametrics
Rabu, 30 Sep 2020
radarmojokerto
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Eks Kadis Ditahan, BKPP Ajukan Tiga Nama Pengganti

06 Agustus 2020, 10: 30: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Eks Kadis Ditahan, BKPP Ajukan Tiga Nama Pengganti

Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Mojokerto akan mengajukan tiga nama untuk menduduki kursi kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag). Pengajuan itu dilakukan agar kekosongan di pucuk pimpinan segera bisa ditutupi.

Hal itu diungkapkan Kepala BKPP Susantoso kepada Jawa Pos Radar Mojokerto, tadi malam. ’’Yang jelas, kita akan segera mengeluarkan surat pemberhentian sementara. Dan, setelah itu, tiga nama akan kami ajukan ke bupati,’’ ujarnya.

Menurut Susantoso, ketiga nama yang akan diajukan itu diantaranya adalah para pejabat eselon II yang pernah menduduki kursi kepala Disperindag. ’’Paling tidak, mereka yang pernah menduduki jabatan itu,’’ tambah dia.

Ketiga pejabat itu di antaranya adalah Kepala Dinas PUPR Bambang Purwanto. Bambang merupakan pejabat yang ’’tukar kursi’’ dengan Didik Pancaning Argo. Kandidat kedua adalah Bambang Wahyuadi. Ia juga cukup lama mengemban amanah di disperindag dan kini menduduki kursi Kepala Dispendukcapil.

Kandidat ketiga adalah Zainul Arifin. Kepala Dinas Pendidikan ini juga cukup matang saat menjabat kepala Disperindag. ’’Tentunya, semua usulan, ditentukan oleh Bupati. Bukan BKPP,’’ tegas Susantoso.

Ia hanya berani memastikan, kekosongan pucuk pimpinan di disperindag pasca penahanan Didik Pancaning Argo, tak akan berlangsung lama. Karena, pejabat yang menduduki kursi kosong itu hanya sebatas pelaksana tugas (plt).

Berbeda dengan pengisian pejabat definitif. Susantoso menerangkan, pemda dipastikan tak bisa menggelar mutasi lantaran tersendat UU Pilkada. ’’Kalau definitif, tidak bisa. Karena mau pilkada,’’ ungkapnya.

Ditahannya Didik Pancaning oleh kejari, menambah daftar kekosongan jabatan di lingkungan Pemkab Mojokerto. Sepekan lalu, kekosongan juga terjadi di Inspektur. Pemda mendadak menggusur Djoko Widjayanto setelah pengajuan pengunduran dirinya sebagai pejabat struktural, dikabulkan Gubernur Jatim. Kursi yang kosong, akhirnya diduduki Kasatpol PP Noerhono.

(mj/ris/ron/JPR)

 TOP