alexametrics
Rabu, 30 Sep 2020
radarmojokerto
Home > Mojokerto
icon featured
Mojokerto

SDN Magersari 1 Uri-Uri Musik Tradisional Melalui Karawitan

05 Agustus 2020, 15: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Para siswa saat mengikuti pekan seni pelajar Mojokerto tahun 2018.

Para siswa saat mengikuti pekan seni pelajar Mojokerto tahun 2018. (SDN Magersari 1 for Radar Mojokerto)

Perkembangan teknologi tumbuh semakin cepat. Bahkan, saat ini telah memasuki era revolusi industri 4.0. Di mana, arus informasi menjadi tidak terbatas seiring kemudahan dalam menjangkau internet dan teknologi digital.

Di sisi lain, perkembangan teknologi tersebut juga dapat berdampak negatif di berbagai aspek kehidupan. Di antara kian terkikisnya nilai kebudayaan dan mulai ditinggalkannya kesenian tradisional.

UNTUK mempertahankan eksistensi warisan leluhur di era modern ini, SDN Magersari 1 Kota Mojokerto berupaya untuk melakukan uri-uri atau melestarikan budaya lokal. Salah satunya di bidang kesenian musik tradisional gamelan melalui ekstrakurikuler (ekskul) karawitan.

Jajaran guru dan staf SDN Magersari 1 Kota Mojokerto siap mengajar.

Jajaran guru dan staf SDN Magersari 1 Kota Mojokerto siap mengajar. (SDN Magersari 1 for Radar Mojokerto)

Kepala SDN Magersari 1 Kota Mojokerto Siti Khotijah menjelaskan, karawitan merupakan salah satu dari lima ekskul yang ada di lembaga pendidikan yang dipimpinnya. ”Sebelum pandemi, latihan karawitan dilaksanakan secara rutin setiap hari Kamis,” terangnya.

Di menyebutkan, karawitan di SDN Magersari 1 sejauh ini juga sempat tampil mengiringi lomba ludruk dengan judul ”Joko Bereg”. Bertempat di Aula kompleks SDN Balongsari Kota Mojokerto, ajang tersebut tampil dengan diiringi lagu-lagu dolanan sekolah dasar.

Siti Khotijah mejelaskan, ekskul karawitan mempunyai manfaat besar bagi peserta didik. Yaitu, dapat melatih kerja sama antarsiswa, menciptakan rasa senang, ceria, serta kreatif dan aktif pada siswa. Dijelaskannya, karawitan adalahkesenian musik tradisional Jawa yang mengacu pada permainan musik gamelan. Sehingga warisan dari leluhur tersebutharus tetap dilestarikan.

Oleh karena itu, SDN Magersari 1 Kota Mojokerto mengenalkan kesenian karawitan kepada peserta didik sejak dini. ”Harapannya agar dapat membangkitkan rasa cinta terhadap budaya. Karena di era modern ini, kesenian tradisional yang semakin hari semakin kurang diminati oleh generasi muda,” tandasnya.

Hal tersebut senada dengan pembelajaran di abad ke-21 ini. Di mana secara sederhana dapat diartikan sebagai pembelajaran yang memberikan kecakapan kepada peserta didik. Karena harus meliputi comunication, colaboration, critical thinking, dan creativity atau 4C.

”Sehingga diperlukan sensitivitas otak kanan untuk pembentukan kreativitas melalui kegiatan ekstrakurikuler di sekolah,” urainya. Di samping itu, keberadaan ekskul karawitan secara tidak langsung juga dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat.

Itu ditandai dengan dengan peningkatan partisipasi wali murid terhadap sekolah. Keikutsertaan orang tua siswa itu diwujudkan dalam mendukung kegiatan, seperti membantu mempercantik ruang kelas dan taman sekolah.  

Cetak Lulusan yang Siap Bersaing

Sementara itu, SDN Magersari 1 Kota Mojokerto juga berupaya untuk membekali peserta didik di bidang akademik maupun nonakademik. Sehingga diharapkan dapat mencetak lulusan yang berprestasi, dan siap bersaing untuk masuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan bermutu.

Kepala SDN Magersari 1 Siti Khotijah memaparkan, hal tersebut selaras dengan visi SDN Magersari 1 Kota Mojokerto. Yaitu, terwujudnya lulusan yang berprestasi, berakhlak, dan berwawasan lingkungan berdasarkan imtak dan iptek.

”Untuk mewujudkannya, kami senantiasa terus meningkatkan kompetensi guru dalam proses belajar mengajar,” tegasnya. Tak hanya itu, pihaknya juga berusaha untuk menggenjot prestasi peserta didik. Untuk di bidang akademik, dilakukan dengan meningkatkan nilai dalam ulangan semester maupun ujian akhir sekolah.

”Sehingga setiap lulusan siap untuk bersaing masuk jenjang SMP Negeri yang bermutu,” ulasnya. Tak hanya itu, siswa juga ditunjang di bidang nonakademik dengan mewadahi bakat dan minat siswa di sejumlah kegiatan ekskul.

Setidaknya terdapat lima ekskul yang dilakukan di lembaga yang berada di Jalan Gajah Mada Nomor 31, Kecamatan Magersari ini.Masing-masing adalah drum band, tari, pramuka, serta baca tulis Alquran (BTQ).

”Kegiatan ekstrakurikuler dilakukan di luar kelas dan di luar jam pelajaran. Tujuannya, agar peserta didik dilatih untuk menemukan jati diri sesungguhnya,” tandasnya.

(mj/ram/ris/JPR)

 TOP