alexametrics
Rabu, 30 Sep 2020
radarmojokerto
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Puluhan Warga Rela Jadi Penjamin Kades

05 Agustus 2020, 12: 00: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Jawa Pos Radar Mojokerto

BERHARAP: Kades nonaktif Lebakjabung, Kecamatan Jatirejo, Arif Rahman mengajukan penangguhan penahanan dengan harapan bisa segera dikeluarkan dari ruang tahanan. (imronarlado/radarmojokerto.id)

SOOKO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Sebanyak 29 warga Desa Lebakjabung, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto menjadi penjamin kepala desa nonaktif Arif Rahman. Jaminan itu disampaikan dalam berkas pengajuan penangguhan penahanan ke Kejari Kabupaten Mojokerto.

Mereka memastikan, Arif tak akan melarikan diri dan menghormati proses hukum yang tengah dihadapinya. Kuasa hukum Arif Rahman, Ansorul Huda, SH, mengatakan, 29 warga yang telah menjadi penjamin dalam berkas pengajuan penahanan ke kejari, dinilai masih belum separonya. Karena masih banyak warga lain yang akan memberikan dukungan serupa. ’’Mereka ini loyalis dan keluarga. Jadi, kalau yang tanda tangan hanya 29 orang saja, karena soal waktu saja,’’ tandasnya.

Puluhan orang yang menjadi penjamin itu, tegas Ansorul, hanya berasal dari keluarga dan tetangga saja. ’’Kenapa hanya segitu? Karena warga yang lain sudah lelah. Mereka harus demo seharian. Sehingga, malam harinya sudah sangat lelah,’’ bebernya.

Ketua LBHNU Kabupaten Mojokerto ini mendesak, pengajuan penangguhan penahanan agar segera dikabulkan oleh kejari. Karena kliennya masih memiliki tanggungan anak dan istri di rumahnya. ’’Saya berani memastikan bahwa yang bersangkutan tidak akan melawan hukum. Penangguhan ada upaya yang sah menurut aturan,’’ terang Ansorul.

Sementara itu, Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Kabupaten Mojokerto Agus Hariyono, SH, mengaku sudah menerima berkas pengajuan itu. Dan, hingga kemarin petang masih sibuk mempelajarinya. Agus menjelaskan, penahanan Arif Rahman yang dilakukan penyidik, juga sudah melalui pertimbangan. ’’Alasan normatifnya sudah jelas. Penyidik khawatir tersangka ini mengulangi perbuatannya atau bahkan menghilangkan barang bukti. Sehingga, akhirnya kita tahan,’’ bebernya.

Pun saat pengajuan penangguhan penahanan. Penyidik juga harus mempelajari secara detail. ’’Karena potensi itu masih ada. Sehingga, harus menjalani penahanan,’’ terang Agus.

Ia memastikan, akan segera memberikan jawaban ke tersangka atas pengajuan permohonan tersebut. ’’Saya pastikan secepatnya. Lihat saja nanti. Dan tentunya, sekarang masih kita pelajari,’’ tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, tangisan keluarga Arif Rahman pecah di halaman gedung Kejari Kabupaten Mojokerto, Jalan R.A Basuni, Desa Japan, Kecamatan Sooko, Senin (3/8) petang. Arif ditahan setelah menjalani pemeriksaan selama 7 jam atas dugaan korupsi sebesar Rp 400 juta. Arif diduga telah melakukan penyelewengan dana hasil normalisasi tanah kas desa (TKD) seluas 2 hektare di kampungnya. 

(mj/ris/ron/JPR)

 TOP