alexametrics
Rabu, 30 Sep 2020
radarmojokerto
Home > Mojokerto
icon featured
Mojokerto

Pasca Disowani Wali Kota, Pengusul Pansus Covid-19 Layu

05 Agustus 2020, 09: 05: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Pasca Disowani Wali Kota, Pengusul Pansus Covid-19 Layu

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto - Wacana pembentukan panitia khusus (pansus) terkait penanganan dan anggaran Covid-19 di Kota Mojokerto diisukan layu sebelum berkembang. Menyusul, menyeruaknya kabar manuver Wali Kota Ika Puspitasari alias Ning Ita yang disebut-sebut mendadak sowan ke pimpinan dewan.

Menurut informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Mojokerto, hingga kini belum ada upaya lanjutan terkait wacana pembentukan pansus Covid-19. Memang, sebelumnya disebutkan salah satu fraksi di DPRD kota telah memasukkan usulan resmi pembentukan pansus tersebut.

Bahkan, usulan itu sudah dilengkapi dengan surat resmi dari fraksi. Yang mana telah dilengkapi dengan pernyataan sekaligus dibubuhi tanda tangan beberapa anggota fraksinya, yaitu Fraksi PDIP.

Namun, belakangan merebak isu tak sedap. Di mana, wacana pembentukan pansus Covid-19 disebut-sebut bakal layu sebelum berkembang. Itu setelah adanya kabar manuver Ning Ita yang sowan ke jajaran pimpinan dewan.

Kabar manuver wali kota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini terbilang lincah. Lantaran, disebut-sebut berhasil menyempatkan waktu untuk menemui jajaran pimpinan dewan. Mulai Ketua DPRD Sunarto dan Wakil Ketua DPRD Sonny Basoeki Rahardjo, serta Wakil Ketua DPRD Junaedi Malik. ’’Senin kemarin,’’ ungkap salah seorang sumber di internal DPRD Kota Mojokerto.

Dikatakannya, wali kota mendatangi jajaran pimpinan dewan Senin (4/8) lalu. Ning Ita datang langsung ke ruang ketua dewan di gedung DPRD lantai dua. Diperoleh kabar, mereka terlibat pembicaraan serius.

Adanya kabar itu pun menyiratkan spekulasi terkait isu terhangat di DPRD Kota Mojokerto, yakni pembentukan pansus Covid-19. Disebut-sebut pertemuan itu membincangkan rencana pembentukan atau bahkan pembatalan rencana pembentukan pansus.

Sejumlah anggota dewan disinggung terkait adanya kabar pertemuan wali kota dengan pimpinan dewan ada yang tak mengetahui. ’’Jujur tidak tahu,’’ ujar salah satu anggota dewan yang enggan namanya dikorankan.

Dirinya mengaku enggan berspekulasi lebih lanjut terkait pertemuan wali kota dengan pimpinan dewan tersebut. Hanya, memang pertemuan antara pimpinan tersebut kerap saja terjadi.

Seperti halnya ketika pasca rapat paripurna jawaban wali kota atas pandangan umum (PU) fraksi-fraksi terhadap laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD 2019, beberapa waktu lalu. Dikonfirmasi terkait adanya pertemuan tersebut, Ketua DPRD Kota Mojokerto Sunarto belum didapatkan.

Dihubungi melalui sambungan telepon, terdengar nada sambung namun tak diangkat. Begitu juga ketika mengonfirmasi Junaedi Malik. Permohonan konfirmasi lewat layanan pesan aplikasi pun tak berbalas meski telah terlihat dibaca. ’’Soal itu, sebaiknya langsung konfirmasi Pak Ketua (Sunarto),’’ jawab Sonny Basoeki Rahardjo, wakil ketua DPRD.

Terpisah, Jubir Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPPC) Kota Mojokerto Gaguk Tri Prasetyo mengaku tidak tahu menahu. Dirinya menyebutkan, apabila mengetahui agenda tersebut pihaknya tak mengetahui materi pembicaraan dalam pertemuan antara wali kota dengan pimpinan dewan tersebut.

’’Saya tidak tahu. Malah baru dengar sekarang. Senin (4/8) lalu juga tidak ada undangan rapat di dewan juga,’’ tandas pria yang juga kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mojokerto ini.

(mj/fen/ris/ron/JPR)

 TOP