alexametrics
Rabu, 30 Sep 2020
radarmojokerto
Home > Mojokerto
icon featured
Mojokerto

Isolasi 13 Hari, Bisa Dinyatakan Sembuh

05 Agustus 2020, 10: 10: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Jawa Pos Radar Mojokerto

Pasien positif covid-19 tak perlu melakukan swab ulang setelah menjalani perawatan selama 13 hari. (Rizalamrullah/radarmojokerto.id)

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kebijakan kontroversi didengungkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPPC) Kabupaten Mojokerto.

Pasien Asimptomatik atau orang tanpa gejala (OTG) yang menjalani isolasi mandiri sudah tidak diwajibkan menjalani pemeriksaan swab ulang melalui uji Polymerase Chain Reaction (PCR). Mereka bahkan bisa langsung dinyatakan sembuh dari infeksi virus SARS-CoV-2 jika proses isolasi dinilai sudah melebihi 13 hari.

Kebijakan ini sontak memunculkan persepsi tentang upaya pelonggaran penanganan Covid-19 oleh Pemkab Mojokerto. Termasuk kinerja tenaga kesehatan (nakes) yang dinilai turut diringankan dengan kebijakan tersebut. Khususnya bagi tim tracing yang tak perlu repot lagi melacak lebih banyak orang yang pernah kontak erat dengan pasien positif.

Bahkan pihak keluarga pasien positif kini dikabarkan tak perlu lagi menjalani uji swab. Mereka berhak diuji swab jika memiliki riwayat atau gejala klinis berat.

Tak ayal, kebijakan ini pun turut menjawab pertanyaan fenomena lonjakan besar angka pasien sembuh beberapa hari terakhir. Terhitung  seminggu terakhir mulai tanggal 29 hingga kemarin, sudah ada 140 pasien yang dinyatakan sembuh secara masal. Sementara pasien baru, hanya bertambah 56 orang atau 40 persen dari kesembuhan. Angka itu seolah ada pembalikan fakta dari status epidemiologi Kabupaten Mojokerto yang kembali dinyatakan zona merah atau risiko tinggi pekan lalu.

Di mana, seperti ada ’’paksaan’’ untuk mempercepat pemulihan status epidemiologi ke zona oranye, zona kuning, hingga zona hijau dalam waktu singkat.

Menjawab pertanyaan itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto dr Sujatmiko menjelaskan, kebijakan itu belum berlaku efektif. Pihaknya masih memberlakukan swab ulang bagi pasien yang sebagian besar berstatus OTG sebelum dinyatakan sembuh. Termasuk juga keluarga pasien positif yang ter-tracing pernah kontak erat.

Mereka harus dibuktikan dengan hasil negatif sebelum dinyatakan sembuh dari infeksi virus. ’’Belum lah. Swab ulang masih berlaku bagi pasien OTG meskipun sudah isolasi selama 13 hari lebih. Kami sudah siapkan 5 ribu reagen untuk uji swab PCR,’’ terangnya.

Namun, dr Sujatmiko juga mengakui jika kebijakan tersebut sebenarnya sudah bisa diterapkan sesuai Kepmenkes Nomor 413 Tahun 2020 revisi kelima tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

Yakni, pasien OTG yang selesai melakukan isolasi mandiri selama 13 hari, bisa langsung dikatakan sembuh tanpa uji PCR ulang. Pihaknya juga beralasan bahwa kebijakan tanpa uji PCR itu sudah melalui riset oleh Kemenkes pusat. Banyak fenomena pasien OTG yang terkonfirmasi positif tetapi tidak menularkan. ’’Kan ada penelitiannya soal pasien OTG yang harus terkonfirmasi positif gara-gara dulunya pernah mengidap virus tapi bukan Covid-19,’’ pungkasnya.

(mj/far/ron/JPR)

 TOP