alexametrics
Jumat, 07 Aug 2020
radarmojokerto
Home > Features
icon featured
Features
Perpustakaan Hidupkan Literasi Selama Pandemi

Pelayanan Mobil Dihentikan, Andalkan Pusat dan Kelurahan

01 Agustus 2020, 15: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Mobil perpustakaan keliling terpaksa diparkir dulu selama masa pandemi Covid-19 di kantor Perpustakaan Daerah Kota Mojokerto Jalan Surodinawan.

Mobil perpustakaan keliling terpaksa diparkir dulu selama masa pandemi Covid-19 di kantor Perpustakaan Daerah Kota Mojokerto Jalan Surodinawan. (Fendy Hermansyah/Radar Mojokerto)

Tradisi literasi semasa pandemi diperkirakan mengalami penurunan. Jumlah pengunjung perpustakaan pun menurun drastis. Lantas bagaimana cara agar literasi tetap dapat survive?

SUASANA kantor Perpustakaan Daerah Kota Mojokerto Jalan Raya Surodinawan sepi. Meski selama pandemi kantor dinas dan perpustakaannya tak ditutup, pengunjungnya hanya segelintir.

Tampak seorang mahasiswi masuk sendirian ke perpustakaan.Di luaran, biasanya didatangi pengunjung. Biasanya datang dari sekolah yang banyak bermukim di Jalan Surodinawan.

Mereka memanfaatkan gazebo perpus untuk belajar kelompok. Atau sekadar browsing menggunakan wifi gratis yang tersedia.Dua mobil perpustakaan keliling diparkir di halaman kantor. Kondisinya berdebu. Terlihat seperti sudah lama tidak berjalan keliling kampung. Mendekatkan buku kepada anak-anak.

Namun, pandemi membuat kondisi seakan berbalik. ’’Ya, turun banyak. Sekarang tinggal 50 persen saja pengunjung yang datang saat pandemi,’’ ujar Kepala Dinas Perpustakaan Daerah Kota Mojokerto Suhartono, kemarin.

Kondisi itu, kata Suhartono, sudah berlangsung setidaknya empat bulan terakhir ini. Sejak wabah Covid-19 melanda Mojokerto, dirinya terpaksa menutup sejumlah pelayanan perpustakaan daerah. Hanya dua perpustakaan saja tetap dibuka.

’’Kebanyakan tempat pelayanan terpaksa kita tutup. Yang dibuka hanya perpustakaan pusat dan perpustakaan di kelurahan,’’ tutur Suhartono.

Setiap harinya perpustakaan pusat dan kelurahan dibuka pagi hari hingga sore. Itu agar masyarakat tetap bisa mengakses layanan buku, referensi, dan lainnya.

Kedua tempat itu dibuka dengan menggunakan protokol kesehatan. Maklum, keduanya berada di kantor pemerintahan. Sehingga, kebutuhan sarana prasarana protokol kesehatan bisa ditanggung dinas.

Kondisi berbeda dibanding layanan perpustakaan lainnya. Suhartono menyebutkan, layanan perpustakaan kontainer di Alun-Alun Kota Mojokerto dan Hutan Kota Pulorejo distop sementara waktu.

’’Tidak mudah membuka layanan itu. Kan harus sesuai protokol kesehatan dan mengantongi Sertifikat Layak Operasi (SLO) yang dikeluarkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH),’’ sebut dia.

Padahal perpustakaan kontainer cukup digemari anak-anak sekolah. Perpus kontainer alun-alun biasa jadi jujugan anak sekolah dan pengunjung alun-alun. Bahkan dua tempat itu kerap jadi daya tarik tersendiri.

Tak hanya dua layanan perpustakaan di atas yang ditutup. Dua mobil perpustakaan keliling (pusling) juga tak dijalankan. Pusling biasanya menjangkau area perumahan, perkampungan, hingga sekolah-sekolah. Koleksi bukunya mencapai ribuan unit.

’’Moda layanan keliling itu terbilang efektif menjangkau pembaca usia dini,’’ ujar mantan Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi ini.

Ia mengaku, cukup berat apabila memaksa membuka layanan perpustakaan tersebut. Terlebih, anggaran operasional Perpustakaan banyak digunakan untuk realokasi anggaran penanganan Covid-19.

’’Ya berat juga. Karena, untuk membuka perpus harus dilengkapi sarana cuci tangan, hand sanitizer, hingga thermo gun. Padahal anggaran kita banyak kena refocusing,’’ aku Suhartono.

Koleksi buku baru pada tahun ini tidak ada. Karena, anggaran pembelian buku baru juga turut terkena realokasi anggaran. Pihaknya mengaku harus putar otak agar pengunjung betah di perpustakaan.

’’Untuk perpustakaan yang kami buka, koleksi bukunya harus sering diganti-ganti. Yang di perpustakaan pusat ditaruh perpustakaan kelurahan. Juga sebaliknya, agar pengunjung tidak bosan,’’ pungkas dia.

(mj/fen/ris/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia