alexametrics
Jumat, 07 Aug 2020
radarmojokerto
Home > Mojokerto
icon featured
Mojokerto

Mojokerto Zona Merah Lagi

30 Juli 2020, 10: 00: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Jawa Pos Radar Mojokerto

TAK LAGI ORANYE: Wali Kota Ika Puspitasari menggelar pers rilis perubahan peta risiko di Rumah Rakyat, Rabu (29/7). (sofankurniawan/radarmojokerto.id)

Target Pemkot dan Pemkab Mojokerto menuju zona hijau harus terganjal. Itu menyusul peta risiko zona oranye yang hanya mampu dipertahankan kurang dari dua pekan. Saat ini, Kota Onde-Onde kembali harus berstatus zona merah atau risiko tinggi penyebaran Covid-19.

Zona merah kembali menghampiri Kota Mojokerto itu disampaikan Wali Kota Ika Puspitasari di Rumah Rayat, kemarin. Menurutnya, peningkatan risiko penyebaran Covid-19 di Kota Mojokerto patut menjadi keperihatinan semua pihak. Pasalnya, setelah sempat berhasil menginjak zona oranye atau risiko sedang pada pekan ketiga Juli, per Selasa (28/7), kembali berubah ke zona merah. ’’Berarti bahwa Kota Mojokerto masuk dalam zona risiko tinggi penularan Covid-19,’’ terangnya.

Ning Ita, sapaan akrab wali kota, memaparkan, perubahan zona merah dibandingkan dengan periode pertama di bulan Juli atau selama rentang 20-26 Juli disebabkan beberapa indikator. Di antaranya, jumlah kasus confirm baru yang ditemukan sebanyak 38 kasus. Sehingga, terjadi penurunan 35 persen dibandingkan periode pertama 59 kasus. ’’Tetapi penurunannya memang tidak lebih dari 50 persen,’’ paparnya.

Selanjutnya, kata dia, jumlah kasus baru probable yang ditemukan sebanyak 12 kasus. Meski terjadi penurunan dibandingkan periode pertama sebesar 22 kasus, tetapi penurunan tersebut juga masih berada di kisaran 45 persen. Dengan kata lain, masih belum memenuhi indikator yang ditetapkan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Nasional yang harus lebih dari 50 persen.

Sementara itu, selama pekan ketiga Juli ini kasus meninggal dunia dari pasien terkonfirmasi juga bertambah 2 orang. Di sisi lain, masih cukup banyak kasus probable yang ditemukan dan dirawat di RS juga menjadi faktor meningkatnya peta risiko di Kota Mojokerto menjadi zona merah. ’’Jumlah kasus probable yang dirawat di RS tidak mengalami penurunan lebih dari 50 persen. Penurunannya hanya 22,2 persen saja,’’ tandasnya.

Kendati demikian, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPPC) Kota Mojoketo ini menambahkan, meski gambaran peta saat ini menjadi merah, tetapi angka kesembuhan pasien Covid-19 mengalami peningkatan. Data per 28 Juli, persentase kesembuhan menyentuh 77,1 persen atau 175 orang telah dinyatakan sembuh dari total 227 kasus konfirmasi positif.

Dengan kondisi tersebut, wali kota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini menyatakan masih optimistis untuk kembali menurunkan risiko penyebaran Covid-19 di wilayahnya. Tentunya, sebut Ning Ita, upaya itu harus dilakukan bersama-sama dengan seluruh elemen masayarakat. ’’Agar kondisi Kota Mojokerto segera berubah menjadi zona oranye, kemudian berlanjut zona kuning, dan zona hijau,’’ bebernya.

Di samping itu, pemkot juga terus memasifkan sejumlah upaya di bidang kesehatan. Di antaranya melakukan pencegahan melalui sosialisasi lewat berbagai media maupun penyuluhan langsung ke masyarakat. Bahkan, baru-baru ini pihaknya juga meminta kepada seluruh rumah ibadah untuk memutar imbauan protokol kesehatan melalui pengeras suara di 118 rumah ibadah dan 18 pondok pesantren.

Selain itu, juga dilakukan penyemprotan desinfeksi ke area yang terdampak serta menggencarkan tracing dan tracking untuk menemukan sekaligus melokalisir penyebaran Covid-19. ’’Kami juga melakukan testing atau pemeriksaan rapid test yang kemudian ditindaklanjuti dengan pemeriksaan swab melalui mesin PCR,’’ tambahnya.

Upaya penegakan disiplin protokol kesehatan juga digalakkan sesuai yang telah ditetapkan dalam Perwali 55 Tahun 2020. Termasuk penerapan zona physical distancing dan pengawasan terhadap 17 sektor. 

(mj/ram/ron/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia