alexametrics
Jumat, 07 Aug 2020
radarmojokerto
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

32 Kendaraan Ditindak, Satu Unit Dikandangkan

29 Juli 2020, 10: 40: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Jawa Pos Radar Mojokerto

PUTAR BALIK: Seorang bocah mendadak putar balik saat memergoki razia kendaraan yang digelar Satlantas Satlantas Polresta Mojokerto, Selasa (28/7). (sofankurniawan/radarmojokerto.id)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Sedikitnya 32 unit truk dan roda enam ke atas ditilang Satlantas Polresta Mojokerto, Selasa (28/7). Puluhan kendaraan angkutan barang itu terjaring razia di Jalan Gajah Mada, Kota Mojokerto lantaran menerobos rambu larangan masuk kota pada jam-jam tertentu.

Pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto di lokasi, pelanggaran truk atau roda enam ke atas melintas jalan protokol terlihat cukup tinggi. Sebab, dalam kurun waktu 30 menit, puluhan unit truk hingga tronton terjaring razia. Mereka yang nekat melintas masuk kota siang hari ini ternyata sudah mengetahui pelanggaran yang dilakukan.

Namun, karena dianggap akses yang lebih cepat, membuat mereka tetap melintas meski jelas-jelas di sisi utara jembatan Gajah Mada terpasang rambu larangan. ’’Biasanya memang lewat sini (Jalan Gajah Mada). Kalau lewat bypass tambah muter dan jauh karena mau ke Sooko,’’ ungkap seorang sopir saat ditilang petugas.

MEMBANDEL: Puluhan truk terjaring razia Satlantas Polresta Mojokerto karena kedapatam masuk wilayah kota di jam-jam larangan, di Jalan Gajah Mada, Selasa (28/7).

MEMBANDEL: Puluhan truk terjaring razia Satlantas Polresta Mojokerto karena kedapatam masuk wilayah kota di jam-jam larangan, di Jalan Gajah Mada, Selasa (28/7).

KBO Satlantas Polres Mojokerto Ipda Karen mengatakan, kesadaran tertib berlalu lintas hingga masih cukup rendah. Terbukti, dari sejumlah pengendara yang terjaring saat Operasi Patuh Semeru di Jalan Raya Gajah Mada kemarin. ’’Total ada 32 pelanggar yang kami tindak. Itu hanya kurun waktu tidak kurang 30 menit,’’ ungkapnya.

Dari 32 truk yang terjaring, satu di antarnaya lansung dikandangkan di mapolresta. Menyusul, sopir truk tidak bisa menunjukkan surat-surat kelengkapan kendaraan. ’’Statusnya, surat-suratnya mati,’’ tambahnya.  Menurut dia, angka pelanggaran ini tergolong cukup tinggi. Apalagi, razia yang dilangsungkan juga difokuskan pada kendaraan barang yang nekat masuk kota.

Pelanggaran tersebut belum termasuk pelanggaran sepeda motor. Semisal tidak mempunyai SIM, tidak memakai helm, boncengan tiga, hingga tidak sesuai spesifikasi teknis. Seperti memakai ban kecil dan protolan. ’’Khusus untuk truk masuk kota di jam larangan, hingga sekarang memang masih cukup banyak. Dan ini menjadi atensi khusus kami,’’ terangnya. Selain  dinilai menjadi pemicu kemacetan, juga rentan terjadi kecelakaan. Sebab, tak hanya melintas di jalur protokol. Tidak jarang truk dengan tonase besar parkir di bahu jalan untuk melakukan bongkar muat barang.

Imbasnya, jalanan kian sempit dan membuat arus lalu lintas tersendat. Sehingga petugas mengancam, jika truk-truk tersebut kembali terjaring operasi masuk kota di jam larangan antara pukul 06.00-18.00 WIB, akan melakukan tindakan lebih tegas. Tidak hanya ditilang.

Mereka yang kedapatan dua kali melanggar, otomatis truk langsung dikandangkan. ’’Langkah itu sekaligus untuk membuat para sopir atau pemilik armada jera. Jangan sampai, imbaun dan rambu yang ada diabaikan,’’ tegasnya. Dalam razia yang berlangsung singkat ini diketahui banyak pengendara sepeda motor memilih memutar balik menghindari polisi. 

(mj/ori/ron/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia