alexametrics
Jumat, 07 Aug 2020
radarmojokerto
Home > Features
icon featured
Features
Ketika Tanaman Organik Kian Digemari

Mal pun Buka Lahan Wisata Edukasi Petik Sayur

28 Juli 2020, 16: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Pengunjung wisata petik sayur Sunrise Organik Garden menunjukkan sawi.

Pengunjung wisata petik sayur Sunrise Organik Garden menunjukkan sawi. (Imron Arlado/radar mojokerto)

Tanaman organik semakin diminati kalangan masyarakat urban. Namun, tak sedikit yang hanya setengah-setengah dalam memahami cara bercocok tanam. Akibatnya, tanaman tetap tak bersih dari pestisida. Hal inilah yang dijawab Sunrise Organik Garden.

SORE itu, sejumlah perempuan tampak sibuk memetik pakcoy atau bok choy. Sawi hijau itu menjadi salah satu sasaran lantaran bentuknya yang unik. Sawi itu berukuran sangat besar dan subur. Tak cuma pakcoy. Sayuran jenis lainnya, seperti bayam merah dan hijau, juga tak luput dari sasaran para emak-emak yang datang bersama buah hati mereka itu.

Mereka pun tampak sibuk memetik lebatnya sayuran di area seluas 6 ribu meter yang berada di sisi timur mal tersebut. Chief Marketing Sunrise Mall Mojokerto Andyanto Vino menceritakan, lahan ini rencananya akan dibuka untuk umum. Nantinya, ia berharap akan menjadi wisata edukasi. ’’Ke depan, tanaman akan semakin banyak,’’ ujarnya.

Vino menerangkan, sayur hingga buah-buahan yang ditanam juga akan diperbanyak. Dari saat ini yang masih 25 jenis sayuran dan dua jenis buah-buahan saja. Jenis sayuran yang ada saat ini, di antaranya bayam merah, bayam hijau, berbagai varian sawi, cabai rawit, timun, hingga kangkung.

Sedangkan dua jenis buah yang ada saat ini, yakni melon dan blewah. Sementara itu, marketing Sunrise Mall Fitara Oerat menambahkan, wisata petik sayur ini untuk edukasi ke masyarakat luas. Mereka tak hanya bisa belajar bercocok tanam. Tetapi, juga bisa memetiknya.

Tanaman yang dikembangkan, akan selalu berbasis organik. Yakni, tanaman yang sangat subur meski tanpa pupuk pestisida. ’’Tanaman ini bukan hanya sehat. Tapi, unsur hara juga sehat. Karena tanpa cairan kimia,’’ beber dia.

Fitara menegaskan, tanaman organik ini jauh lebih sehat dibanding tanaman tanaman hidroponik. Karena tanaman hidroponik masih menggunakan pestisida. ’’Tanaman di sini hanya menggunakan pupuk kandang. Sehingga, sangat baik. Karena unsur hara tanah juga sangat baik,’’ tandas dia.

(mj/ron/ris/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia