alexametrics
Rabu, 30 Sep 2020
radarmojokerto
Home > Mojokerto
icon featured
Mojokerto

Tiga ASN Inspektorat Positif Covid-19, 60 Pegawai Di-Swab

28 Juli 2020, 15: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Suasana Kantor Inspektorat Kabupaten Mojokerto setelah pegawainya ada yang terpapar Covid-19.

Suasana Kantor Inspektorat Kabupaten Mojokerto setelah pegawainya ada yang terpapar Covid-19. (Farisma Romawan/Radar Mojokerto)

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pertambahan kasus pasien terkonfirmasi positif Covid-19 tak mengenal siapa saja. Termasuk kalangan aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Mojokerto juga tak luput dari serangan virus SARS-CoV-2.

Kali ini, dua ASN Inspektorat Kabupaten Mojokerto resmi terkonfirmasi positif Covid-19 usai menjalani uji swab masal, Sabtu (25/7). Uji swab terpaksa dilakukan setelah salah satu pegawai fungsionalnya lebih dulu terkonfirmasi positif pekan lalu.

’’Ada sekitar 60-an pegawai yang diuji swab. Dan hasil swab-nya baru keluar kemarin dengan dua ASN yang dinyatakan positif,’’ ujar Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPPC) Kabupaten Mojokerto, Ardi Sepdianto.

Namun, hasil swab itu tak serta menutup operasional kantor yang terletak di Jalan R.A Basuni Desa Sooko tersebut. Puluhan pegawai yang berdinas tetap dituntut bekerja seperti biasanya, meski sudah ada tiga ASN yang positif.

Ancaman kantor Inspektorat sebagai klaster baru persebaran Covid-19 nyatanya tak terlalu dihiraukan. Fungsi pengawasan dan pemeriksaan internal pemerintahan tetap berjalan normal. ’’Tidak ada penutupan. Tetap berjalan normal,’’ tambahnya.

Sementara itu, Plt Inspektur Kabupaten Mojokerto Noerhono mengaku penerapan physical distancing dan protokol kesehatan di kantor barunya sudah berjalan ketat. Bahkan, pasca diketahui dua pengawainya menambah daftar pasien confirm, pencegahan penularan virus lewat penyemprotan cairan disinfektan langsung dilakukan.

’’Kan semua pegawai sudah di uji swab. Yang negatif tetap bisa bekerja seperti biasa. Tadi pagi (kemarin, Red) juga sudah disemprot disinfektan oleh tim dari dinas kesehatan,’’ tambahnya.

Selain beraktivitas di kantor Inspektorat, satu dari dua ASN yang terkonfirmasi juga diketahui tercatat sebagai satu dari 40 peserta pendidikan dan pelatihan kepemimpinan (Diklat PIM) yang digelar BKPP.

Bahkan, ia sempat mengikuti kelas pelatihan yang dilaksanakan di Semarang. Diklat khusus pejabat eselon III angkatan pertama itu bahkan baru saja selesai dan ditutup bupati Pungkasiadi pada Jumat (24/7).

Artinya, ancaman persebaran terhadap pejabat lain pun dinilai masih terbuka. Sementara itu, Kepala BKPP Susantoso mengaku tak terlalu merisaukan kondisi tersebut.

Pasalnya, sistem diklat berlangsung secara in out class. Artinya, tidak semua peserta kontak langsung dengan pasien. ’’Kelas yang di Semarang sudah sejak tanggal 13 Juli lalu. Sementara terkonfirmasinya baru kemarin. Ada tenggat waktu 14 hari lebih,’’ tegasnya. 

(mj/far/ris/JPR)

 TOP