alexametrics
Rabu, 30 Sep 2020
radarmojokerto
Home > Mojokerto
icon featured
Mojokerto

BPBD Kekurangan Mobil Damkar, Dua Unit Sudah Rusak Termakan Usia

28 Juli 2020, 09: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Armada PMK milik BPBD saat dikerahkan untuk melakukan pemadaman kebakaran alang-alang di Terusan, Padangan, Gedeg, beberapa waktu lalu.

Armada PMK milik BPBD saat dikerahkan untuk melakukan pemadaman kebakaran alang-alang di Terusan, Padangan, Gedeg, beberapa waktu lalu. (Khudori Aliandu/Radar Mojokerto)

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto - Luas wilayah Kabupaten Mojokerto membuat kebutuhan armada pemadam kebakaran (PMK) cukup tinggi. Saat ini, PMK setempat hanya memiliki enam armada.

Kondisi tersebut dinilai masih jauh dari ideal dibanding luas wilayah kabupaten dengan 18 kecamatan. Apalagi, dua unit armada lainnya kondisinya sudahtua dan mengalami kerusakan.

Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto M. Zaini mengatakan, tahun ini memang belum ada tambahan armada untuk kendaraan PMK. Sehingga ketersediaan fasilitas damkar yang minim membuat BPBD kelimpungan dalam penanganan kebakaran. Utamanya, memasuki musim kemarau saat  ini.

’’Sehingga mau tidak mau kita harus memanfaatkan armada yang ada,’’ katanya, Senin (27/7). Menurut Zaini, setidaknya ada enam armada terbagi dalam dua pos. Tiga armada di pos wilayah Mojosari. Tepatnya di Jalan Pemuda, Desa Seduri.

Sedangkan tiga armada lainnya di pos utama kantor BPBD di Jalan Raya Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar. Dengan luas wilayah kabupaten, idealnya dibutuh delapan unit armada damkar.

Termasuk kebutuhan tangga hidrolik. ’’Tapi, sekarang hanya ada enam armada. Itu pun yang dua armada sudah tua dan rusak. Jadi, hanya ada empat unit yang masih normal dan aktif,’’ urainya.

Secara proposional, lanjut dia, ketersediaan PMK memang tak sebanding dengan luasan wilayah. Sebelumnya, kekurangan armada ini sempat diajukan kepada pimpinan daerah.

Hanya hingga kini belum terealisasi. Alasannya, tak lain karena minimnya anggaran. Dengan demikian, memasuki musim kemarau sekarang ini, pengajuan pun kembali dilakukan seiring tingginya potensi kasus kebakaran.

Belum lagi, musim kemarau tahun diprediksi akan lebih panjang dibanding tahun lalu. ’’Memang tidak sedikit anggaran yang dibutuhkan. Setidaknya satu unit kapasitas 7 ribu liter kisaran antara Rp 1,8 miliar hingga Rp 2 miliar,’’ tegasnya.

Zaini menegaskan, dua armada yang tak layak pakai ini memiliki kapasitas 5 ribu liter air hasil pengadaan tahun 1997-an. Sehingga dengan tingginya kebakaran yang terjadi, selain dibutuhkan penambahan armada juga harus ada peremajaan kendaraan. Terbukti, baru memasuki musim kemarau ini saja, setidaknya sudah ada 11 kejadian kebakaran.

Baik kebakaran lahan, rumah, gudang, hingga industri. Sebaliknya, untuk kebakaran tahun lalu, dari data BPBD setidaknya ada 87 kasus kebakaran. Sebab, saat puncak kemarau, dalam sehari 3-4 titik kebakaran. Hal ini membuat BPBD membutuhkan armada tambahan.

’’Untuk frekuensi kebakaran saat kemarau memang biasanya lebih tinggi. Namun, biasanya juga dibantu PMK daerah lain yang terdekat,’’ ujarnya.

Dia menyebutkan, akan mengupayakan ada usulan armada PMK untuk tahun ini, namun tetap melihat ketersediaan anggaran. ’’Kurang empat unit. Kita ajukan sementara dua dulu. Sisanya tahun depan, dua unit lagi,’’  tegasnya. 

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP