alexametrics
Jumat, 07 Aug 2020
radarmojokerto
Home > Sportainment
icon featured
Sportainment

Pasca Dibubarkan Polisi, Kompetisi SSB Dilanjutkan

27 Juli 2020, 09: 30: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Jawa Pos Radar Mojokerto

Para peserta nampak keluar dari lapangan MJM di Jabon, Mojoanyar, Sabtu (25/7). Kompetisi klub sepak bola junior ini terpaksa dihentikan lantaran tak mengantongi izin. (Shalihin/radarmojokerto.id)

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pelaksanaan kompetisi pemain usia dini yang digeber SSB/klub Majapahit Junior sejak 23 Juli lalu nampaknya sulit untuk dilanjutkan.

Selain tidak mendapat rekomendasi pelaksanaan kejuaraan, legalitas SSB/klub yang berdomisili di Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar ini, juga belum dilengkapi.

Askab PSSI Mojokerto sebagai induk pembinaan pemain mengaku tidak pernah mendapat atau mengetahui legal formal klub/SSB baru tersebut dalam keanggotaan. Padahal, legal formal menjadi syarat utama untuk bisa mendapat rekom pelaksanaan kejuaraan sesuai statuta.

Sekretaris Askab PSSI Mojokerto Alfiyah Berliyana mengaku, sempat mendapat pengajuan rekom kejuaraan dari beberapa orang perwakilan klub Majapahit Junior Juni lalu.

Saat itu, Askab PSSI sempat akan merestui pelaksanaan kompetisi dengan pertimbangan minimnya kejuaraan selama pandemi. Namun, dalam pengajuan itu, Alfiyah memang belum mendapat salinan legal formal mulai dari domisili hingga status badan hukum klub.

Namun, di tengah proses penerbitan rekom, Askab PSSI mendapat imbauan dari KONI dan Pemkab Mojokerto untuk tidak melaksanakan kegiatan lebih dulu lantaran situasi Covid-19 di Bumi Majapahit masih berisiko tinggi.

Sehingga dirasa membahayakan kesehatan pemain sebagai objek kompetisi. ’’Kami belum mendapat salinan apa-apa, cuman memang ada yang menghubungi. Tapi berhubung KONI belum mengizinkan kegiatan olahraga, kami akhirnya sepakat tidak menerbitkan dulu rekom,’’ tegasnya.

Namun, tidak adanya rekom tersebut nyatanya tak digubris penyelenggara. Pun ketika izin keramaian juga tidak diterbitkan Polres Mojokerto, penyelenggara nyatanya masih ngotot menggelar kejuaraan. Hingga akhirnya petugas terpaksa membubarkan pertandingan, Sabtu (25/7).

Situasi ini lantas memunculkan pertanyaan besar bagi Askab PSSI Mojokerto. Seperti apa model pembinaan dan kompetisi yang digulirkan pihak Majapahit Junior jika syarat legal formal saja dilanggar.

Padahal, syarat tersebut sangat penting di tengah upaya PSSI dalam melindungi pemain sesuai program afiliasi yang dicanangkan. Di mana, pemain harus dilindungi dari potensi kecurangan dalam permainan sepak bola.

Seperti pencurian umur ataupun match fixing. Sehingga, pemain tidak selalu dijadikan kambing hitam atas tindakan licik yang kerap dilakukan oknum di luar lapangan hijau.

’’Kabarnya sih tercatat di kenggotaan Askot PSSI Mojokerto, tapi kalau domisilinya ada di wilayah kabupaten, harusnya tercatat di keanggotaan Askab PSSI Mojokerto,’’ pungkasnya.

(mj/far/ron/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia